Rela Tinggalkan Kursi Wakil Bupati, Ternyata Ini Alasan Supriansa Daftar Caleg DPR RI

Supriansa Mannahawu menyatakan siap dicalonkan sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI

Rela Tinggalkan Kursi Wakil Bupati, Ternyata Ini Alasan Supriansa Daftar Caleg DPR RI
Supriansa Mannahawu 

Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Bupati Soppeng, Supriansa Mannahawu menyatakan siap dicalonkan sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019.

Anca sapaannya punya alasan maju di Dapil II Sulsel via Partai Golkar. Dapil II meliputi, Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Barru, Pangkep, Maros, dan Kota Parepare.

"Saya maju ke DPR RI itu melalui diskusi panjang antara bupati. (Andi Kaswadi Razak). Saya maju karena kepentingan rakyat, khusus Soppeng," ungkap Anca, Rabu (13/6/2018).

Anca mengaku mengetahui perencanaan pembangunan Soppeng yang tersusun dalam RPMJ. Menurutnya, tidak susah dijelaskan terkait apa yang harus dirinya perjuangkan nanti kelak terpilih menjadi anggota DPR RI.

"RPMJ Soppeng tentu sangat saya pahami. Mana yang menggunakan APBD dan APBN. Yang menggunakan APBN inilah yang harus saya kawal nanti, pembangunan Soppeng yang menggunakan APBD jelas, karena sudah ada," jelasnya.

Anca mengatakan, jika hanya mencari kekuasaan, maka dirinya tidak perlu maju menjadi anggota DPR RI, karena dia merupakan Wakil Bupati Soppeng yang membawahi seluruh pejabat pemerintahan bersama Kaswadi Razak.

"Jelas bukan kekuasaan saya cari. Saya tidak kerjar itu, saya ini wakil bupati. Bawahan saya banyak, mereka tidak mungkin katakan tidak kalau saya minta tapi bukan itu saya cari," jelasnya.

"Kalau untuk sehari-hari, istri dan anak saya sudah cukup dan digaji oleh negara. Mobil, rumah dan lain-lain ditanggung negara. Saya mau maju di DPR karena untuk kepentingan rakyat, tidak ada yang lain," tambah Anca.

Harapan rakyat Soppeng khususnya saya, pembangunan harus bergerak cepat dan jika mengandalkan APBD saja, maka itu tidak mampu.

"Tidak sidikit perencanaan pembangunan Soppeng tidak mampu kalau hanya mengandalkan APBD, sementara harapan kita mau lari kencang. Dengan begitu, mau tidak mau saya harus korbankan jabatan untuk menanggalkan jabatan dan fasiltas selama ini dari negara," ungkapnya.

"Sumpah saya ketika diperhadapkan antara kepentingan orang bayak dan pribadi, maka saya harus mundur dan menjadi caleg yang belum tentu saya dapat raih. Belum tentu saya terpilih, tapi itulah resiko demi kepentingan rakyat Soppeng," tambahnya.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help