Korupsi, Erwin Hayya Disidang Usai Idulfitri

Namun Andi Helmi menduga jadwal persidangan tersangka Erwin Hayya digelar sehabis lebaran Idulfitri.

Korupsi, Erwin Hayya Disidang Usai Idulfitri
handover
Kepala BPKAD Makassar, Erwin Hayya ditahan tim Tipikor Polda. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Erwin Syarifuddin Haiyya, telah memasuki tahap persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar telah melimpahkan berkas perkara tersangka ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar sejak Kamis pekan lalu.

"Saya belum tahu jadwal pastinya, karena belum ada informasi resmi kami terima dari Panitera Pengadilan," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Makassar, Andi Helmi, Senin (04/06/2018).

Namun Andi Helmi menduga jadwal persidangan tersangka Erwin Hayya digelar sehabis lebaran Idulfitri.

Baca: Berkas Dinyatakan Lengkap, Kejati Tunggu Penyerahan Tersangka Erwin Hayya

Musabahnya, lebaran sudah tidak lama lagi ditambah cuti bersama.

"Intinya kami dari Jaksa selalu siap kapan persidangan dimulai," tuturnya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri Makassar, Bambang Nur Cahyono belum mendapatkan informasi resmi dari Panitera terkait perkara Erwin Hayya.

Erwin Hayya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Tulis Kantor dan Uang Makan Minum (Mamin) Pegawai, dilingkup Pemkot Makassar.

Semenjak ditetapkan tersangka, ia langsung di tahan di markas Polda Sulsel, tepatnya Sabtu (27/1/2018) beberapa bulan lalu.

Baca: Sudah 89 Hari di Rutan Polda Sulsel, Apa Kabar Erwin Hayya?

Erwin ditetapkan tersangka karena diduga telah melakukan order fiktif untuk kepentingan pribadi.

Pada saat penggeledahan oleh kepolisian sejak awal Januari lalu, ditemukan uang sebanyak Rp 300 juta dari ruang BPKAD Pemkot Makassar.

Uang itu diduga merupakan uang setoran dari proyek pengadaan yang dilakukan tersangka.

Sedangkan 5 persennya lagi diberikan kepada pemilik perusahaan pemenang lelang, yang diduga direkayasa oleh tersangka.(San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help