Tanggul Sungai Lariang Pasangkayu Jebol, 200 KK Terisolir

Sayangnya hingga saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pasangkayu.

Tanggul Sungai Lariang Pasangkayu Jebol, 200 KK Terisolir
nurhadi/tribunsulbar.com
Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terisolir akibat akses jalan desa terputus, Minggu (3/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, PASANGKAYU - Sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) di Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terisolir akibat akses jalan desa terputus, Minggu (3/6/2018).

Ini disebabkan lambannya penanganan tanggul jebol yang dibangun oleh Balai Sungai Wilayah III Palu Sulawesi Tengah dibantaran Sungai Lariang  2014 silam.

Tanggul tersebut jebol akibat tingginya intesitas hujan sehingga debit air Sungai Lariang meningkat hingga membuat tanggul yang dikerjakan oleh PT Nuralim Mandiri dengan anggaran kurang lebih Rp 10 miliar itu jebol.

Tak hanya membuat warga terisolir, ribuan hektare lahan perkebunan warga di Dusun Kalindu, Desa Lariang juga terendam banjir. 

Bahkan beberapa di antaranya tidak bisa lagi digarap oleh warga karena telah berubah layaknya sebuah pulau kecil.

Walau telah ditangani pihak perusahan sawit dan pemerintah desa setempat, derasnya air dan minimnya material batu gajah yang dibutuhkan untuk menahan derasnya air, membuat tanggul yang jebol semakin meluas.

Sayangnya hingga saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pasangkayu. Padahal dengan jebolnya tanggul tersebut memberikan dampak negatif yang besar terhadap warga. Bahkan, mengancam keselamatannya.

Sungai Lariang merupakan salah satu sungai di Sulbar yang terkenal dengan buayanya yang sangat ganas serta derasnya arus sungai yang bisa membuat apa saja yang diterjangnya hanyut.

Warga setempat Abdul Rajab Yasim berharap ada penanganan serius dari pemerintah daerah untuk menagani tanggul jebol Sungai Lariang.

"Harus ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menagani tanggul jebol ini. Karena ada sekitar 200 KK di Dusun Kalindu terancam terisolir. Apabila penaganan tanggul jebol ini dibiarkan terus terjadi, bukan tidak mungkin Kalindu akan menjadi danau," katanya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved