Kuasa Hukum Simpatisan Dollah Mando Pertanyakan Sikap Polisi

Suharti mengajukan pra peradilan gegara penangkapan dan penahanan dirinya oleh kepolisian.

Kuasa Hukum Simpatisan Dollah Mando Pertanyakan Sikap Polisi
amiruddin/tribunsidrap.com
Sidang permohonan pra peradilan Hj Suharti, simpatisan calon bupati Sidrap Dollah Mando-Mahmud Yusuf (DOAMU) kembali digelar, Selasa (15/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunSidrap.com, Amiruddin

TRIBUNSIDRAP.COM, MARITENGNGAE - Kuasa hukum Hj Suharti, simpatisan calon bupati Sidrap, Dollah Mando-Mahmud Yusuf (DOAMU), Ibrahim mempertanyakan penangkapan dan penahanan kliennya oleh kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Ibrahim dalam pembacaan kesimpulan pra peradilan Suharti, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidrap, Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (15/5/2018).

"Klien kami ditangkap dan Polres Sidrap tidak bisa memperlihatkan surat penangkapan," kata Ibrahim kepada TribunSidrap.com usai sidang.

Ibrahim juga mempertanyakan sikap Polres Sidrap yang mengaku mengamankan Suharti, gegara adanya informasi dari intelijen terkait keamanan kliennya.

Baca: Sidang Pra Peradilan Simpatisan Dollah Mando Kembali Digelar di PN Sidrap, Ini Agendanya

Baca: Panwas Tunda Sidang Sengketa Pilwali Makassar

"Ada pula informasi yang disebar oleh akun facebook yang mengabarkan seolah-olah akan terjadi penyerangan, sehingga ada permintaan agar klien kami ditangkap. Ini tidak boleh serta merta dijadikan sumber informasi, perlu analisis terlebih dahulu," tuturnya.

Sementara itu Polres Sidrap dalam pembacaan kesimpulan yang diwakili AKBP Sandiman, Aiptu Syamsul dan Zainul, mengatakan Suharti hanya diamankan.

"Kami meminta hakim menolak seluruh permohonan pemohon. Polres Sidrap tidak melakukan penangkapan, hanya mengamankan pemohon," katanya.

Sekadar diketahui, Suharti mengajukan pra peradilan gegara penangkapan dan penahanan dirinya oleh kepolisian.

Bahkan saat ini, Suharti telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Ditreskrimsus Polda Sulsel, atas dugaan ujaran kebencian mengandung SARA di media sosial facebook.(*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help