Pilgub Sulsel 2018

Andi Maddusila Ajak Warga Gowa Menangkan Prof Andalan

Hasanuddin menjelaskan Nurdin Abdullah tidak bisa terlepas dari hubungan emosional darah biru yang ada di Gowa.

Andi Maddusila Ajak Warga Gowa Menangkan Prof Andalan
HANDOVER
Masyarakat Kerajaan Gowa menghadiri deklarasi komunitas untuk pemenangan Prof Andalan, tagline pasangan Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) di Gedung Daeng Bollo, Jl Tomanurung, Kabupaten Gowa, Minggu (13/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masyarakat Kerajaan Gowa menghadiri deklarasi komunitas untuk pemenangan Prof Andalan, tagline pasangan Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) di Gedung Daeng Bollo, Jl Tomanurung, Kabupaten Gowa, Minggu (13/5/2018).

Raja Gowa ke-37, Andi Maddusila Andi Idjo, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Kerajaan Gowa, Andi Hasanuddin Abe, menegaskan, masyarakat kerajaan Gowa siap memenangkan NA-ASS pada Pilgub Sulsel.

"Kami akan menyingsingkan lengan baju serta menggalang dukungan dan suara untuk memenangkan Prof Andalan di Kabupaten Gowa. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Gowa untuk melawan kampanye hitam, fitnah, dan intimidasi," kata Hasanuddin membacakan sambuatan tertulis Andi Maddusila, Minggu (13/6/2018).

"Keluarga kerajaan Gowa mendukung pemerintah dalam menciptakan pilkada damai di Provinsi Sulawesi Selatan. Tertanda Raja Gowa, Andi Maddusila Idjo, selasai," kata Hasanuddin lagi.

Baca: Andi Maddusila Sebut Demokrasi di Gowa Mati Suri, Ini Alasannya

Usai membacakan sambuatan tertulis Raja Gowa Andi Maddusila, Hasanuddin menjelaskan Nurdin Abdullah tidak bisa terlepas dari hubungan emosional darah biru yang ada di Gowa.

Karena itu, diapun mengajak seluruh keluarga kerajaan Gowa untuk mendukung dan memenangkan Prof Andalan di Gowa.

"Ijinkan pula kami pada kesempatan ini menyampaikan kepada komisioner yang mewakili KPU (Gowa) dan kepada teman-teman yang terhormat aparat kepolisian, tolong kami dibantu untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan ini (pilkada) sesuai regulasi. Kenapa kita sampaikan seperti ini, karena kebiasaan di Gowa banyak kecurangan dalam demokrasi," tegas Hasanuddin.

Hasanuddin menegaskan, demokrasi di Gowa demokrasi terpimpin bukan demokrasi bebas seperti di daerah lain.

Oleh karenanya, lanjut Hasanuddin, pada kesempatan ini dia ingin menyampaikan kepada teman-teman yang bekerja di Prof Andalan untuk santun berpolitik.

Baca: Pimpin Hasil Survei, Relawan Prof Andalan Tetap Genjar Bersosialisasi

"Tetaplah menjunjung tinggi adat kita dan hindari pertikaian serta benturan di lapangan. Saya sampaikan bahwa jangan memilih pemimpin yang busuk hatinya. Orang Gowa diintimidasi. Ada pemimpin yang mengatakan dirinya saya adalah orang budayawan," tegasnya.

"Tetapi kenyataannya Benteng Somba Opu dirubah menjadi tempat bermain yang menghilangkan situs sejarah dan budaya. Yang paling menyedihkan lagi istana kerajaan kami (Gowa) mau dirampas oleh yang bukan pewarisnya," ungkap Hasanuddin.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help