FABT Gandeng PKK Gelar Seminar Olahan Pangan untuk Wirausahawan Bantaeng

seminar ini agar para pelaku UKM di Bantaeng yang didominasi kaum perempuan lebih memahami teknik penyajian yang baik.

FABT Gandeng PKK Gelar Seminar Olahan Pangan untuk Wirausahawan Bantaeng
HANDOVER
Forum Anak Butta Toa (FABT) bekerja sama dengan TP PKK Bantaeng, DWP Bantaeng dan Puspaga Butta Toa menggelar seminar aneka olahan pangan dan demo produk kuliner di Tribun Pantai Seruni, Jl Seruni, Kecamatan Bantaeng. 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Forum Anak Butta Toa (FABT) bekerja sama dengan TP PKK Bantaeng, DWP Bantaeng dan Puspaga Butta Toa menggelar seminar aneka olahan pangan dan demo produk kuliner di Tribun Pantai Seruni, Jl Seruni, Kecamatan Bantaeng.

Seminar yang mengusung tema memaksimalkan potensi bisnis anda itu dihadiri oleh sejumlah wirausahawan Bantaeng, baik pengusaha Hotel, Restoran, Kafe dan UKM.

Ketua FABT Bantaeng, Muhammad Fadli Tamsir mengungkapkan bahwa seminar itu diharapkan membuka wawasan para pelaku usaha serta mengembangkan potensinya agar bisa bersaing sehat dengan para kompetitornya.

Menyinggung peranan anak hadirkan seminar ini, dia mengatakan tidak harus menunggu orang dewasa untuk menginisiasi sebuah kemajuan.

"Anak-anak dihadapkan pada dunia kerja dan kehidupan lebih kompleks. Sekarang mungkin belum, tapi tiba saatnya anak harus siap menerima dan menjalaninya," ujarnya kepada TribunBantaeng.com, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya, kehadiran para anak-anak juga untuk belajar, belum ke arah bagaimana bisa bejerja seperti para pengusaha tetapi ada banyak ilmu yang bisa diterapkan nantinya.

Sementara itu, Kadis PMDPPPA Bantaeng, Chaeruddin Arsyad mengatakan bahwa seminar ini agar para pelaku UKM di Bantaeng yang didominasi kaum perempuan lebih memahami teknik penyajian yang baik.

Dapat menerapkan ilmu yang didapatkan selama seminar agar konsumen semakin nyaman berbelanja di cafe-cafe yang bertebaran di sekitar Pantai Seruni Bantaeng.

"Kunci perubahan itu adalah kemauan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Saya berharap perempuan jangan hanya menjadi obyek dan selalu berharap sama suami. Tapi bagaimana bisa dihargai suami dalam hal ekonomi," ujarnya.

Pada seminar tersebut, dihadirkan sejumlah narasumber dari beberapa perusahaan yang kompeten pada dunia kuliner. (*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help