Pilwali Makassar

KPU Makassar Masih Tunggu Salinan Resmi MA Sebelum Cetak Surat Suara 

Mahkamah Agung (MA), Senin (23/4/2018), memutuskan menolak upaya hukum Kasasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

KPU Makassar Masih Tunggu Salinan Resmi MA Sebelum Cetak Surat Suara 
SALDY/TRIBUN TIMUR
Baliho Appi-Cicu dan DIAmi berdampingan di Poros Manggala atau akses menuju Kantor KPU Makassar. 

MAKASSAR, TRIBUN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, tidak akan mencetak surat suara dengan gambar dua pasangan calon, atau hanya satu pasangan calon, sebelum menerima salinan resmi amar putusan Mahkamah Agung (MA) perihal penolakan kasasi-nya.

Baca: BREAKING NEWS: MA Tolak Kasasi KPU, Appi Lawan Kotak Kosong

“Kita juga tunggu putusan MA, ini terkait pencetakan logistik yang batas akhirnya hingga tanggal 30 April ini,” kata Andi Rahmah Sayyid, anggota KPU Kota Makassar, kepada Tribun, Senin (23/4/2018) pukul 13.15 wita.

Mahkamah Agung (MA), Senin (23/4/2018), memutuskan menolak upaya hukum Kasasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Baca: KPU Makassar Ogah Urusi Putusan MA

Informasi yang diperoleh Tribun, pukul 14.28 wita, amar Putusan No 250 K/TUN/PILK ADA/2018 Dengan Pemohon KPU Kota Makassar dan termohon 1 MUNAFRI ARIFUDDIN, SH., 2. Drg. A. RACHMATIKA DEWI YUSTITIA IQBAL dinyatakan ditolak.

Sekitar pukul 14.30 wita, siang tadi, Juru Bicara Mahmakah Agung (MA) Suhardi sudah mengkonfirmasikan putusan majelis hakim dengan pokok perkara Kasasi KPU Makassar atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negera (PT-TUN).

Ketua majelis sidang kasasi ini dipimpin oleh Supandi dan dua hakim anggotanya adalah Iis Sudaryono, dan Yodi Martono.

Merujuk informasi dari Panitera Muda Manejemen Perkara Mahkamah Agung, majelis hakim sudah bacakan putusan.

Putuan majelis hakim ini hanya mengukuhkan putusan PT TUN sebelumnya.
Putusan PT TUN adalah mengabulkan gugatan pasangan Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang menyatakan pembatalan keputusan KPU terkait penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Danny Pomanto dan Indira Mulyasari, dan memerintahkan tergugat mencabut keputusan, penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Baca: Gugatan Appi-Cicu Dikabulkan PTTUN, Ketua KPU Makassar Langsung ke Jakarta

Dalam putusan Nomor: 6/G/Pilkada/2018/PTTUN.MKS Tahun 2018), akhir 21 Maret 2018 lalu, Edi Supriyanto (ketua), dua L Mustafa Nasution dan Evita Mawulan Akyati (hakim anggota),memutuskan membatalkan dan mencabut Keputusan KPU Kota Makassar Nomor: 35/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/KPU-Kot/II/2018 Tentang Penetapan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018, tanggal 12 Februari 2018; yang memasukkan Danny-Indira sebagai peserta pemilu.

PT-TUN juga memerintahkan kepada KPU Makassar, sebagai tergugat untuk menerbitkan Keputusan tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar Tahun 2018 yang memenuhi syarat, yaitu Munafri Arifuddin, SH dan drg. A. Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal;

Putusan majelis hakim TUN, juga menghukum Tergugat (KPU) untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 319 ribu.

Penulis: Alfian
Editor: Thamzil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved