Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Menteri Perhubungan Bakal Libatkan Investor Lokal Bangun Infrastruktur Kereta Api di Sulsel

Pelibatan sumber daya manusia Sulsel, guna memberikan manfaat secara bersama-sama dalam pembangunan moda transportasi ini.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Mahyuddin
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Suasana proyek Rel Kereta Api (RKA) di Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang diabadikan menggunakan kamera drone Tribun Timur. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, melontarkan pernyataan akan melibatkan investor lokal dalam pembangunan infrastruktur kereta api di Sulawesi Selatan.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Menteri Budi, usai menghadiri dialog Teras di Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, kota Makassar, Sulsel, Kamis (19/4).

"Insya Allah, segmen berikutnya kami akan libatkan investor lokal untuk pembangunan infrastruktur kereta api di Sulsel, " ujar Budi.

Menurutnya, pelibatan sumber daya manusia Sulsel, guna memberikan manfaat secara bersama-sama dalam pembangunan moda transportasi ini.

Baca: Banyak Proyek Kereta Api dan Jalan Tol, Ini 14 Proyek Besar Yang Dicoret Presiden Jokowi

PPK Pengembangan Perkeretaapian Sulawesi Selatan, Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Imam Azis W mengatakan, progres di segmen awal ini sudah masuk 78 persen.

Segmen awal ini, dimulai dari perbatasan Kabupaten Pangkep - Barru hingga Palanro (Barru). Jarak segmen pertama ini sepanjang 44 km.

Menurutnya dalam segmen awal ini akan dibangun sebanyak 5 stasiun kereta.

"Jadi segmen awal ini full di kabupaten Barru," katanya.

Ia mengungkapkan pengerjaan segmen awal ini akan di selesaikan sesuai target.

Baca: Apa Kabar Kereta Api Barru? Begini Perkembangannya

"Kami target ini selesai pada Oktober 2018. Pembangunan ini sesuai dengan kontrak, dari 2015 hingga 2018, " kata Azis.

Ia menambahkan anggaran yang telah terpakai sejak 2015 itu sebesar Rp 700 miliar. Anggaran ini sudah masuk dengan pembebasan lahan.

Rencananya pembangunan segmen kedua akan dikerjakan pada tahun 2018. Pembangunan ini akan berlangsung di perbatasan kabupaten Pangkep hingga perbatasan kabupaten Pangkep - Maros.

Kendala yang ada saat ini, ia akui yakni cuaca. Untuk pendistribusian material ifrastruktur sendiri itu berlangsung lancar.(sal)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved