Hati-Hati Melintas di Lokasi Proyek Kereta Api Sulsel, Ini Harapan BBPJN
Baik cuaca cerah maupun hujan, aktivitas armada timbunan tanah untuk jalur kereta api itu tidak lepas dari keluhan warga.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Material timbunan untuk lahan kereta api di jalan poros kabupaten Barru cukup berbahaya bagi pengendara yang melintas.
Menurut pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, yang dirugikan atas aktivitas ini adalah masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh PPK Jalan Nasional Pengkep-Parepare, Rahmat Fajar, Rabu (18/4/2018).
Rahmat mengatakan pihak pelaksana seakan mengabaikan dampak lingkungan dan dampak lalu lintas.
"Setiap hari pasti ada korban, dan ada keluhan warga sekitar. Mana ini pengawasan dari pihak keamanan," kata Rahmat.
Menurutnya, baik cuaca cerah maupun hujan, aktivitas armada timbunan tanah untuk jalur kereta api itu tidak lepas dari keluhan warga.
Yang lebih herannya kata Rahmat, masyarakat justru mengadu ke Balai Jalan Nasional.
"Kami sudah sampaikan ke pihak Pemda Barru, DPRD, dan sejumlah lembaga, tapi mereka hanya diam. Ada apa yah, lagi-lagi masyarakat dirugikan, " katanya.
Rahmat mengatakan kejadian ini berlangsung tepat di jalur masuk proyek kereta api di Batu Pute, Barru, Sulsel.
Yang parahnya lagi, para kontraktor menutup saluran drainase sehingga jika terjadi hujan jalur tersebut tergenang oleh air hujan.
Aktivitas ini, berdekatan dengan pemukiman warga, sehingga debu bertebaran disaat cuaca cerah, dan banjir saat hujan menghantui para masyarakat sekitar proyek.
Atas aktivitas ini, Rahmat berharap kepada pihak kepolisian atau pihak berwenang untuk memberikan solusi agar tidak ada pihak yang dirugikan. (*)