TribunTimur/

VIDEO: Penjelasan Kasat Reskrim Polres Enrekang Terkait Kasus Anggaran Desa Tungka

Menurutnya, dari hasil audit yang telah dilakukan oleh BPKP diduga ada penyalahgunaan anggaran desa dari 2015-2017

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kepolisian Resort (Polres) Enrekang menaikkan status dugaan penyalahgunaan anggaran di Desa Tungka, Kecamatan Enrekang, dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Menurut Kasat Reskrim Enrekang'>Polres Enrekang, AKP Abdul Haris Nicholaus, peningkatan status ke penyidikan tersebut setelah pihaknya melakukan gelar perkara di Polda Kamis lalu.

"Jadi setelah kita gelar perkara di Polda Kamis lalu, akhirnya kita menaikkan status kasus penyalahgunaan anggaran di Desa Tungka, dari penyelidikan ke penyidikan," kata Abd Haris kepada TribunEnrekang.com, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, dari hasil audit yang telah dilakukan oleh BPKP diduga ada penyalahgunaan anggaran desa dari 2015-2017 di Desa Tungka sebesar Rp 500 juta.

Hanya saja, Abdul Haris mengaku belum menentukan tersangka dalam penyalahgunaan anggaran di Desa Tungka tersebut.

Itu lantaran, saat ini pihaknya masih sementara mengumpulkan bukti yang kuat untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Kita belum tetapkan tersangka karena masih kumpulkan bukti dulu, yang jelas kita sudah periksa semua aparat desa, termasuk mantan kepala desanya, plt kepala desa serta kepala desa yang saat ini menjabat," ujarnya.

Ia menjanjikan paling lambat awal bulan Mei 2018 mendatang, pihaknya telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

"Kita pastikan sebelum tanggal 10 Mei, akan ada tersangka yang bakal kita tetapkan," tuturnya.

Selain Desa Tungka, masih ada beberapa desa yang juga tengah dibidik oleh Enrekang'>Polres Enrekang.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help