Periksa Kehamilan di Alatengae, Pengguna KIS Dimintai Uang Lagi

Selama memeriksakan kehamilannya, keduanya juga tidak pernah menyampaikan ke keluarganya, jika selalu dimintai uang

Periksa Kehamilan di Alatengae, Pengguna KIS Dimintai Uang Lagi
ANSAR
Poskedes Alatengae 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Dua warga Manjalingan, Desa Alatengae, Bantimurung, Maros, Irwana dan Rahmawati, terpaksa mengeluarkan uang Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu, saat memeriksakan kehamilannya ke Poskedes.

Seorang keluarga pasien, Nurdin mengatakan, Selasa (10/4/2018), Irwana dan Rahma dimintai uang sekali periksa oleh oknum bidan Poskesdes Alatengae, Hasma.

Padahal, keduanya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pasien beberapa kali membayar mulai sejak hamil hingga melahirkan anak pertamanya.

Baca: Minta Uang ke Pengguna KIS, Ketua DPRD Maros Minta Bidan Alatengae Disanksi

"Dua warga ini merupakan tetangga dan keluarga saya. Dia selalu bayar saat periksa kehamilannya. Padahal dia memiliki KIS, tapi itu tidak diberlakukan oleh bidan," katanya.

Irwana dan Rahma yang tergolong warga miskin tersebut, selalu menuruti kemauan Hasma. Pasalnya, Hasma selalu menyampaikan, jika biaya tersebut berdasarkan Peraturan Desa (Perdes) Alataengae.

Selama memeriksakan kehamilannya, keduanya juga tidak pernah menyampaikan ke keluarganya, jika selalu dimintai uang.

"Saya saja baru tahu, kalau dia selalu dimintai uang, setelah melahirkan. Makanya saya heran, kok bisa pemegang KIS masih dimintai biaya pemeriksaan dan persalinan," katanya.

Baca: Pengguna KIS di Maros Dimintai Uang, Ini Komentar BPJSKes Makassar

Saat melahirkan, Irwana dimintai Rp 900 ribu dengan alasan, kartu keluarganya hilang. Sementara, Rahma hanya dimintai Rp 400 ribu karena adminstrasinya lengkap.

Setahu Nurdin, warga yang memeriksakan kehamilannya dengan menggunakan KIS, digratiskan. Namun jika tidak memiliki KIS, hanya dikenakan biaya Rp 10 ribu.

"Saya punya teman, bidan juga. Jadi saya tanya soal bayaran itu. Ternyata, warga berobat umum di Poskesdes hanya dikenakan biaya Rp 10 ribu. Tapi keluarga saya, punya KIS membayar mahal," katanya.

Sementara, bidan Hasma ogah berkomentar banyak. Dia hanya meminta penulis untuk menemuinya.

"Kita datang, bicara langsung sama saya. Semua nyawa taruhannya saat menolong orang. Tapi kalau ini balasannya, tidak apa-apa, silahkan," katanya.

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved