Kadis Pariwisata Maros Harap Pelajar Manfaatkan Museum Daerah
Kamaluddin mengapresiasi tenaga ahli cagar budaya yang telah memberikan masukan, sehingga museum bisa berkembang dan menjadi aset berharga Maros.
Penulis: Ansar | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Museum Daerah Kabupaten Maros yang berada di Turikale, dijadikan sebagai tempat usaha dan pelestarian benda warisan budaya lokal, Rabu (4/4/2018).
Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Maros Kamaluddin Nur berharap, pelajar dan mahasiswa bisa memanfaatkan museum sebagai pusat informasi dan edukasi, baik untuk penelitian maupun kegiatan pariwisata.
"Ke depannya, kami juga mengharapkan, museum daerah, bisa mendapat akreditasi dari Dirjen Kebudayaan sebagai cagar budaya, sehingga revitalisasi yang dilakukan lebih maksimal," ujarnya.
Kamaluddin mengapresiasi tenaga ahli cagar budaya yang telah memberikan masukan, sehingga museum bisa berkembang dan menjadi aset berharga Maros.
Baca: Mantan Kadus Kuri Lompo Dituding Dalang Pembabatan Lahan Mangrove di Maros
Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum Daerah Disbudpar Maros Burhan Jaya menjelaskan, museum tersebut merupakan aset berharga warga Maros.
Warga sudah bisa mengetahui berbagai peninggalan budaya yang bersejarah.
Museum daerah berada di Jalan Ahmad Yani atau di depan Mapolres Maros.
Museum menggunakan bangunan tua yang sejarahnya pernah dijadikan Rumah Sakit Bersalin, kantor BP7, Bappeda, kantor Dispenda hingga pernah jadi kantor camat.
Bangunan tersebut menggunakan pintu kayu yang masih asli peninggalan kolonial Belanda.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/maros_20180404_185427.jpg)