Workshop Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat di Lutim Bahas Masalah Ini
Kontijensi juga berarti rencana yang telah dirancang dan disepakati bersama. Workshop diikuti 60 peserta dari camat
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur melaksanakan sosialisasi dan workshop rencana kontijensi penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat (KKM) wilayah Luwu Timur, di Hotel I Lagaligo, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel) berlangsung dari 15-16 Maret 2018.
Panitia kegiatan, Alfrida, mengatakan kegiatan dilaksanakan untuk menyusun rencana kontijensi guna menghadapi kemungkinan-kemungkinan terjadinya KKM di Luwu Timur. Tujuan khususnya, agar tersusunnya kontijensi sebagai bentuk kesiapsiagaan penanggulangan dalam menghadapi kemungkinan masuk dan keluarnya KKM di Luwu Timur.
Kontijensi juga berarti rencana yang telah dirancang dan disepakati bersama. Workshop diikuti 60 peserta dari camat, kepala Puskesmas se Luwu Timur, perwakilan organisasi kesehatan dan lintas sektor lainnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, Bahri Suli mengatakan visi-misi pemerintah mewujudkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang makin mantap.
Olehnya itu, setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan.
Baik itu ditempat pelayanan berstandar yang dilayani oleh tenaga kesehatan yang kompeten, serta menggunakan standar pelayanan dan informasi yang akurat atas kebutuhan kesehatan.
"Sehingga ada peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang," kata Bahri dalam sambutan.
Ia pun menyarankan pihak yang terlibat membuka wawasan terkait hal atau penyakit baru yang bisa ditemui.
"Bukan tidak mungkin kita akan bertemu dengan masalah kesehatan yang ada di daerah kita. Sehingga perlu diantisipasi bersama," imbuhnya.
Ia menambahkan, Puskesmas dan pihak terkait perlu mengembangkan sistem yang mampu mendeteksi secara cepat suatu kejadian kesehatan masyarakat yang tidak lazim.
Kecepatan deteksi kata Bahri akan sangat menentukan waktu dan metode tindakan pengendalian yang tepat.
Diharapkan Luwu Timur kedepan akan mempunyai dokumen kontijensi plan KKM sehingga terbentuk sistem dan mekanisme respon cepat dalam pencegahan kejadian menyangkut kesehatan.
Hadir Vivi Yanti Sidi dan Edi Prianto dari Subdit Kekerantinaan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Sulsel ada Agus Salim Makka, Debsy Pattilima dan Hasna.
Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, April, camat, kepala Puskesmas dan organisasi kesehatan di Luwu Timur.