Pemuda dan Mahasiswa Enrekang: PTPN XIV Harus Angkat Kaki Dari Bumi Massenrempulu

Menurut Ketua Fakar Celebes, Hendrianto Jupri, dari aspek hukum keberadaan PTPN XIV di Kabupaten Enrkang itu sudah ilegal.

Pemuda dan Mahasiswa Enrekang: PTPN XIV Harus Angkat Kaki Dari Bumi Massenrempulu
Muh Azis Albar/Tribunenrekang.com
Sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan dan mahasiswa, yakni HPMM, Gelora Sulsel, Fakar Celebes dan IPPI menyambangi Kantor DPRD Enrekang, Kelurahan Puserren, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan dan mahasiswa, yakni HPMM, Gelora Sulsel, Fakar Celebes dan IPPI menyambangi Kantor DPRD Enrekang, Kelurahan Puserren, Selasa (13/3/2018).

Kedatangan mereka untuk mendesak DPRD Enrekang membentuk Pansus terkait keberadaan PTPN XIV di Kecamatan Maiwa dan Cendana, Kabupaten Enrekang.

Menurut Ketua Fakar Celebes, Hendrianto Jupri, dari aspek hukum keberadaan PTPN XIV di Kabupaten Enrkang itu sudah ilegal.

Dikarenakan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN XIV telah habis kontrak sejak 2003 lalu sesuai dengan data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Itu berdasarkan Pasal 30 Undang-Undang (UU) pokok agraria nomor 5 tahun 1960 dan PP nomor 40 tahun 1996 Pasal 17 dan Pasal 18.

"Jelas itu sudah ilegal, belum lagi fakta di lapangan bahwa HGU harusnya diperuntukkan untuk tanaman singkong bukan untuk tanaman kelapa sawit seperti saat ini," kata Hendrianto kepada TribunEnrekang.com, Selasa (13/3/2018).

Sementara, Direktur Gelora Sulsel, Armin La Duri, menegaskan sejak adanya PTPN tidak pernah memberikan kontribusi terhadap daerah.

Terbukti dengan mereka tidak membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB), sehingga memang ada beberapa pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh pihak PTPN XIV.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PP HPMM, Zulfikry. Menurutnya seharusnya pihak pemerintah dan DPRD harus proaktif menanggapi persoalan PTPN XIV ini.

Karena hadirnya PTPN XIV menimbulkan konflik sosial antar masyarakat dengan perusahaan yang berujung dengan peryerobotan lahan pengerusakan tanaman dan konflik lainya.

"Tidak ada lagi alasan bagi kami, PTPN XIV harus angkat kaki dari Bumi Massenrempulu," ujarnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved