Mantan Aktivis Unhas Gagas Literasi di Balik Jeruji
Jika itu terjadi, maka Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang menerapkan remisi literasi setelah Brazil dan Italia.
TRIBUN-TIMUR.COM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Maros menjadi sorotan. Dari Lapas Maros tercetus "Gerakan Untuk Aksi Menuju Remisi dari Maros untuk Indonesia".
Gerakan yang dipelopori mantan aktivis mahasiswa Universitas Hasanuddin, Salahuddin Alama, itu menjadi embrio lahirnya remisi literasi.
Gerakan literasi di balik jeruji didukung oleh Gramedia dan sejumlah lembaga lainnya.
Jika itu terjadi, maka Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang menerapkan remisi literasi setelah Brazil dan Italia.
"Yang kita harapakan, gerakan literasi di Lapas Maros ini lebih maju dari Brazil dan Italia. Saya bersama teman-teman di luar sana dalam perjuangan ini berharap bukan hanya proses literasinya yang dijadikan acuan, tapi hasil dari literasi itu sendiri,"jelas Salahuddin di sela aksi penanaman pohon di Lapas Klas IIA Maros, Jl Raya Kariango, Mandai, Maros, Minggu (25/2/2018).
Kemarin, digelar penanaman pohon durian, pohon langsat, kayu jati, dan kayu nyatoh di Lapas.
Sehari sebelumnya, Lapas Klas IIA Maros bersama Pustaka Jeruji, Yayasan Kerja Bersama Untuk Semesta (Yakabus), dan beberapa instansi lainnya menggelar temu Literasi se Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).
Baca berita selengkapnya di edisi cetak Harian Tribun Timur, Senin (26/2/2018).