JK Terus Pegang Tangan Anies Baswedan di Bandara Halim

Saat JK dan ibu Mufidah turun dari Mobil RI 2, Anies sudah menunggu di pintu mobil.

JK Terus Pegang Tangan Anies Baswedan di Bandara Halim
THAMZIL THAHIR/TRIBUN TIMUR
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bercengkerama dan tertawa lepas bersama di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (19/2/2018) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA-- Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, bercengkerama dan tertawa lepas bersama di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (19/2/2018) malam.

 Anies menjemput JK di pelataran Lapangan udara TNI-AU di Jakarta Timur.

Saat JK dan ibu Mufidah turun dari Mobil RI 2,  Anies sudah menunggu di pintu mobil.

JK terus memegang tangan Anies, saat bercakap dan berkelakar. Tak terdengar isi pembicaraan mereka.

Anies mengantar JK hingga ke tangga psawat. Mereka jalan beriringan dan tertawa saban melangkah.

Kadang JK berhenti, lalu Anies menunduk mendengar apa yang disampaikan JK.

Apa isi pembicaraan mereka?

“Bicara yang ringan-ringan saja,” ujar Husain Abdullah, juru bicara Wapres saat baru tiba di VIP Lounge Garuda di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pukul 23.30 Wita.

Dalam kapasitas sebagai Gubernur DKI, Anies ikut melepas Wakil Presiden yang akan bertolak ke Osaka, Jepang, tadi malam.

Melepas keberangkatan kepala negara, Presiden dan atau Wakil Presiden ke luar negeri adalah agenda protokoler resmi, dan diatur dalam UU No 9/2010 tentang Keprotokoleran Negara.

Pasal 13 UU Protokoler berbunyi Tata Tempat bagi penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah dalam pelaksanaan Acara Resmi sebagai berikut:

a. dalam hal Acara Resmi dihadiri Presiden dan/atau Wakil Presiden, penyelenggara dan/atau pejabat tuan rumah mendampingi Presiden dan/atau Wakil Presiden.

Ikut mendampingi JK antara lain Sofyan Wanandi, Hamid Awaludin.

Di Bali sudah menunggu sejak malam, 10 guru besar dari Unhas, termasuk Rektor  Prof Dr Dwia Ariestina dan 3 mantan Rektor Unhas Prof dr basri hasanuddin, Prof dr Radi A Gani, Prof Dr Idrus Paturusi,

Guru besar lainnya; Prof dr Natsir Nessa (perikanan), Prof dr Tahir Kasnawi (Fisip), Prof dr Pangeramg Moenta (Hukum), Prof dr M Restu (Peternakan),  Prof dr Husni Tanra spAn (Kedokteran) dan  Dr Suharman, dari Fakultas Teknik.

Penulis: Thamzil Thahir
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help