TribunTimur/

Begini Suasana Pagi di Kota Chiang Mai Thailand, Tidak Ada Macet

Masyarakat di kota yang memiliki banyak Temple atau candi-candi Buddha ini teratur dalam berkendara.

Begini Suasana Pagi di Kota Chiang Mai Thailand, Tidak Ada Macet
ARIFUDDIN USMAN/TRIBUN TIMUR
Suasana pagi hari di Singharat Road, Phra Sing Subdistrict, Chiang Mai, Thailand, Rabu (24/1/2018) 

TRIBUN-TIMUR.COM, CHIANG MAI - Mau tahu suasana pagi hari di Kota Chiang Mai, Thailand? Di kota kedua terbesar di negara kerajaan ini tak ada hiruk pikuk.

Lalu lintas di sebagian besar jalan protokol lancar, aman, terkendali.

Masyarakat di kota yang memiliki banyak Temple atau candi-candi Buddha ini teratur dalam berkendara.

Seperti tampak di depan Wat Phra Sing Temple di Singharat Road, Phra Sing Subdistrict, Chiang Mai, Thailand, Rabu (24/1/2018) pagi.

Traffic jam atau kemacetan, bagi warga Chiang Mai merupakan hal yang langka. Kecuali ada event besar seperti South East Asia (SEA) Games atau perhelatan olahraga lainnya.

Tribun-Timur.com berkesempatan ke Chiang Mai, kota di bagian utara Thailand ini, saat memenuhi undangan dari Tourism Authority of Thailand (TAT) dalam acara Asean Tourism Forum (ATF) 2018.

"Jalanan agak padat saat pagi ketika aktivitas anak sekolah dan warga yang berangkat kerja. Tapi tidak sampai macet parah. Kondisi yang berbeda jauh jika ke Bangkok. Di sana, kemacetan merupakan hal biasa," kata Khun Suree (guide).

Untuk jenis kendaraan, Anda tidak bakal asing melihat mobil roda empat yang lalu lalang. Mobil pabrikan Jepang seperti Toyota, Honda, Nissan, Mitsubishi, Mazda, Suzuki yang memenuhi jalan.

Bahkan sampai ke merk spesifik semacam Toyota Altis, Toyota Vios, Hilux, Honda CRV, Honda Jazz, Mitsubishi Mirage, Pajero, Nissan March dan lainnya.

"Kebanyakan mobil di Indonesia dan Thailand memang sama atau identik. Karena pabrikan Jepang memang produksi di Thailand dan ada juga model sebaliknya diproduksi di Indonesia," kata Khun Sadudee Shangnil, assistant director TAT Jakarta. (*)

Penulis: Arif Fuddin Usman
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help