TribunTimur/
Home »

Lutim

Mau Nikah di Desa Lampenai Luwu Timur, Calon Pengantin Wajib Setor Sampah

Pemdes Lampenai sedang sosialisasi Peraturan Kepala Desa (Perkades) nomor 1 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah rumah

Mau Nikah di Desa Lampenai Luwu Timur, Calon Pengantin Wajib Setor Sampah
ivan/tribunlutim.com
Kepala Desa Lampenai, Zaenal Bachrie 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, WOTU - Pemerintah Desa (Pemdes) Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) serius mewajibkan calon pengantin peduli sampah.

Pemdes Lampenai sedang sosialisasi Peraturan Kepala Desa (Perkades) nomor 1 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan kewajiban bagi calon pengantin mendistribusikan sampah.

Kepala Desa Lampenai, Zaenal Bachrie mengatakan sosialisasi sementara berjalan di masyarakat.

"Alhamdulillah, ternyata warga sangat merespon positif," kata Zaenal kepada TribunLutim.com, Jumat (12/1/2017).

Untuk mengambil surat pengantar nikah di kantor desa, calon pengantin diwajibkan membawa sampah minimal dua kilogram ke Bank Sampah Rangata Desa Lampenai.

Sampah seperti kertas, kardus, botol air mineral dan sejenisnya.

Jika belum sempat, calon pengantin wajib membuat surat pernyataan akan membawa sampah setelah pesta pernikahan.

"Nanti bisa diwakili oleh keluarganya kalau belum sempat bawa sampah sendiri," ujarnya. Tujuannya agar lingkungan warga tetap bersih dari sampah setelah pesta selesai dilaksanakan.

Ia mengatakan, umumnya selesai pesta pernikahan, sampah gelas plastik bekas minum terhambur.

"Kenapa kami mau terapkan aturan ini agar warga terbiasa menjaga lingkungannya tetap bersih," ungkapnya.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help