BPD se-Luwu Timur Keluhkan Pagu Anggaran, Ini Masalahnya
BPD maupun kepala desa khawatir pembahasan APBDesa molor karena informasi pagu atau batas tertinggi anggaran terlambat.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Mahyuddin
Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar
TRIBUNLUTIM.COM, WOTU - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengeluhkan lambatnya informasi pagu anggaran 2018.
Itu terungkap dalam rapat di Aula Kantor Desa Balo-balo, Kecamatan Wotu, Selasa (9/1/2017).
BPD maupun kepala desa khawatir pembahasan APBDesa molor karena informasi pagu atau batas tertinggi anggaran terlambat.
"Kita takutkan molor sekali pembahasan APBDesa, termasuk insentif kita," kata Ketua Forum, Kumar Bin Said dalam rapat.
Baca: Anggota Dewan Ini Sebut Bahari Strategis Jadi Lokasi Bandara Luwu Timur, Ini Pertimbangannya
Kordinator pendamping Wotu, Aswaluddin, khawatir keterlambatan pagu anggaran menghambat semua proses yang ada di desa.
BPD meminta agar Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur mempercepat pagu anggaran.(*)