Seru, Pilkada Polman 2018 Head to Head

Sementara pasangan JSM-Marwan yang mendaftar sekitar Pukul 15:45 Wita, menyerahkan tiga rekomendasi partai politik

Seru, Pilkada Polman 2018 Head to Head
nurhadi/tribunsulbar.com
Andi Ibrahim Masdar (AIM) mengenakan baju putih menyerahkan berkas pendaftaran kepada ketua KPU Polman M. Danial 

TRIBUNSULBAR.COM, POLMAN - Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Polman pada perhelatan Pilkada Polman 2018 resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Polman, Jl. Wahid Hasyim, Kecamatan Polewali, Senin (8/1/2018).

Keduanya adalah pasangan incumbent Andi Ibrahim Masdar - Muhammad Natsir Rahmat (AIM-beNAR) dan pasangan Mayjen Purn. Salim S. Mengga - Marwan (JSM-Marwan).

Pasangan AIM-beNAR menyerahkan tujuh rekomendasi partai politik dengan jumlah 30 kursi ke KPU Polman sekitar pukul 10:30 wita, Masing-masing Golkar 9 kursi, PKB 5 kursi, PKS 2 kursi, PDI-P 5 kursi, PAN 5 kursi, Gerindra 3 kursi, dan PKPI sebanyak 1 kursi yang diserahkan langsung Andi Ibrahim.

Sementara pasangan JSM-Marwan yang mendaftar sekitar Pukul 15:45 Wita, menyerahkan tiga rekomendasi partai politik dengan jumlah 12 kursi. Masing-masing Demoktar 5 kursi, PPP 5 kursi dan Nasdem 2 kursi yang diserahkan oleh Sekertaris DPW PPP Sulbar Salahuddin M. Sanusi sebagai perwakilan tim koalisi.

Kepada puluhan wartawan, Ketua KPU Polman M. Danial, mengungkapkan kedua berkas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Polman 2018, secara substansi telah diterima dan memenuhi persyaratan.

"Secara substansi, berkas materil kedua pasangan calon sudah terpenuhi, cuma ada beberapa sarat calon masih harus diperbaiki. Ada edaran KPU yang penting terpenuhi secara materil sudah sah,"kata M. Danial.

Dengan selesainya pasangan AIM-beNAR dan JSM-Marwan mendaftar ke KPU Polman, kata M. Danial, Pilkada Polman 2018 di pastikan hanya diikuti oleh dua pasangan kandidat.

"Pilkada 2018 sudah dipastikan head to head. Sebab dari 11 partai yang memiliki kursi di DPRD itu sudah 10 rekomedasi yang kami terima, jadi tidak ada lagi partai yang bisa dijadikan kendaraan politik jika seandanya masih ada pasangan calon yang muncul," ujar

Usai melakukan penyerahan berkas pendaftaran, calon Bupati petahana Andi Ibrahim Masdar (AIM) mengungkapkan alasannya memilih kembali Muhammad Natsir Rahmat mendampinginya maju pada periode kedua.

"Awalnya saya sampaikan silahkan membuat baliho dan siapa saja yang surveinya tinggi itu yang akan saya ambil," katanya dihadapan puluhan wartawan. Alasan lainnya, berdasarkan survei kepuasan masyarakat, menunjukkan 78 persen menginginkan dirinya berpasangan kembali dengan Natsir Rahmat.

Sementara Salim S. Mengga saat ditemui usai melakukan pendaftaran, mengungkapkan, dengan selesainya mendaftara berpasangan dengan Marwan menjadi penegasan terakhir bahwa dirinya siap meju melawan pasangan incumbent.

"Yang jelas saya sudah siap bertarung dan Insya Allah optimis menang. Koalisi yang besar itu bukan jaminan menang, karena bagi saya semakin besar koalisi kandidat akan semakin pusing dan kemengan itu ditentukan seberapa seruis koaliasi untuk berkerja, bukan seberapa besar koalisi," katanya.

Mantan rival Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) pada Pilgub 2017 lalu, mengungkapkan alasannya menggandeng Marwan, maju pada Pilkada serentak 2018.

"Marwan ini adalah simbol generasi muda yang siap mengabdi dan memperbaiki daerah ini. Saya melihat dari tagline membuka jalan untuk semua, untuk apa? bagi saya untuk memberi ruang kepada semua generasi muda yang ada di Polman secara khusus dan secara umum Sulbar," ujarnya.

"Kedepan dia harus mendapatkan ruangan untuk tampil bukan hanya saya, atau petahana saja, tapi semua pemuda Polman yang punya potensi punya hak tampil menjadi pemimpin di masa yang akan datang," tambahnya.

Pensiunan TNI berpangkat dua bintang itu menambahkan, berharap kepada penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU untuk benar-benar menjada integritas sebagai penyelenggara, sebab kata dia, hasil penelitian yang dilakukan oleh salah satu lembaga survei, keributan yang terjadi padasetiap Pilkada 80 persen bukan disebabkan oleh kandidat, melainkan disebabkan oleh penyelenggara yang tidak profesional.

"Itu evaluasi tahun 2012, setelah itu harus dilakukan perbaikan untuk mencegah terjadi keributan," tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved