TribunTimur/

Pilkada Enrekang 2018

Dukungan NasDem Dibegal, HM Amiruddin: Kita Sisa Menunggu Kejaiban di Pilkada Enrekang

Partainya sudah mengeluarkan dukungan bukan untuk dirinya tapi justru pada MB-Asman di Pilkada 2018.

Dukungan NasDem Dibegal, HM Amiruddin: Kita Sisa Menunggu Kejaiban di Pilkada Enrekang
Muh.Asiz Albar/tribunenrekang.com
Wakil Bupati Enrekang yang juga Ketua NasDem Enrekang, HM Amiruddin 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Arah Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Enrekang 2018 nampaknya semakin mengarah ke kotak kosong. Pasangan Bupati petanaha, Muslimin Bando dan Legislator NasDem, Asman (MB-Asman) berpeluang tanpa penantang di Pilkada 2018.

Itu setelah secara mengejutkan mereka berhasil mendapatkan rekomendasi dari Partai NasDem. Padahal sebelumnya, partai besutan Surya Paloh itu sudah menyatakan mendukung ketua NasDem Enrekang yang juga wakil bupati, HM Amiruddin di Pilkada 2018.

Bahkan, HM Amiruddin sudah mendapatkan surat tugas untuk mencari pendamping dan mencukupkan kursi sejak bulan lalu.

Namun, kondisi nampaknya berubah 180 derajat dengan dikeluarkannya surat rekomendasi B1-KWK dari DPP NasDem untuk pasangan MB-Asman di Pilkada.

Ketua NasDem Enrekang, HM Amiruddin, mengakui partainya sudah mengeluarkan dukungan bukan untuk dirinya tapi justru pada MB-Asman di Pilkada 2018.

Baca: PKS Alihkan Dukungan ke HM Amiruddin, Ini Kata Sekretaris NasDem Enrekang

Baca: Maju atau Tidak di Pilkada Enrekang, PBB Tetap Dukung HM Amiruddin

"Iya mau diapa lagi, DPP NasDem sudah keluarkan rekomendasi kepada MB-Asman, tanpa sepengetahuan kami di DPD," kata HM Amiruddin kepada TribunEnrekang.com, Senin (8/1/2018).

Ia menjelaskan, dirinya baru mengetahui adanya pengalihan dukungan saat dipanggil ke DPP NasDem di Jakarta kemarin.

"Saya juga tak menyangka, saya baru tahu saat di panggil ke DPP. Disitu ada juga pengurus DPW yang sampaikan kalau dukungan dialihkan karena saya lambat cukupkan kursi," tuturnya.

Padahal, lanjut HM Amiruddin, dirinya sudah berhasil mencukupkan kursi hasil rekomendasi dari PKS dan PBB yang bersifat B1-KWK untuk dirinya berpaket dengan Hasanna Lawang.

"Tapi saya tak habis pikir, partai yang saya ketuai dan besarkan sendiri di Enrekang justru berbelot. Makanya kita akan lakukan koordinasi dan evaluasi terkait bagaimana NasDem ini," tuturnya.

Terkait apakah masih akan bertarung di Pilkada Enrekang 2018, HM Amiruddin mulai pesimis. "Ya dengan kondisi saat ini, saya kira kita sisa menunggu keajaiban terjadi. Mudah-mudahan saja masih ada peluang, kepada tim dan simpatisan agar tetap sabar dan menunggu kepastian," tuturnya.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help