TribunTimur/

Headline News Hari Ini

Ternyata Danny Pomanto Diperiksa untuk 2 Kasus

Wali Kota Makassar Danny Pomanto datang tepat waktu di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan

Ternyata Danny Pomanto Diperiksa untuk 2 Kasus
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Tim Ditreskrimsus Polda Sulsel, memeriksa Wali Kota Makassar Danny Pomanto, Selasa (2/1/2017). Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan korupsi dana Pengelolaan Bantuan Dana Bergulir, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PBDB-UMKM) Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--  Wali Kota Makassar Danny Pomanto datang tepat waktu di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (2/1).

Danny diperiksa dua tahap terkait kasus dugaan korupsi proyek Sanggar Seni Lorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kemarin, bukan kasus dugaan korupsi proyek Ketapang Kencana seperti informasi dan konfirmasi polda yang beredar sebelumnya.

Hari ini, Rabu (3/1/2017), Danny dijadwalkan diperiksa lagi sebagai saksi dalam kasus lain, Proyek Ketapang Kencana.

"Terima kasih teman-teman termaksud pihak kepolisian, saya ini taat hukum dan telah selesaikan kewajiban dan selesai dengan baik, alhamdulillah," kata Danny usai diperiksa, kemarin.

Pemeriksaan berlangsung dua tahap. Tahap pertama dimulai sekitar pukul 09.30 wita hingga pukul 11.50 wita. Dalam tahap pertama ini, pemeriksaan diwarnai dua kali mati lampu. Aliran listrik ke ruang pemeriksaan dan sekitar terputus dua kali, masing-masing sekitar 5 menit, lorong depan ruangan pemeriksaan gelap

“Pemeriksaan dimulai pada pukul 10.00 wita dan berakhir pada pukul 16.00 wita. Dalam kurung waktu tersebut, ada waktu dua jam untuk istirahat termasuk untuk salat dan makan siang," kata Kabag Humas Pemkot Makassar, Firman Hamid Pagarra.

Koordinator Tim Hukum Danny, Adnan Buyung Aziz, juga mengaku kaget karena tiba-tiba kasus yang disodorkan ke kliennya terkait UMKM.

“Kasus ini sedikit menimbulkan pertanyaan. Sebab kasus ini secara mendadak naik ke tahap penyidikan, tanpa diketahui, apakah sudah ada tersangka dalam kasus ini, atau minimal dua alat bukti sebagai dasar pengembangan,” kata Adnan usai pemeriksaan tahap pertama, sekitar pukul 12.00 wita.

Baca berita selengkapnya di Tribun Timur edisi Rabu (3/1/2018)

Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help