TribunTimur/
Home »

Maros

400 Mahasiswa Usulan KNPI Maros Dapat Beasiswa dari Hatta Rahman

Meski KNPI yang mengusulkan identitas penerima, namun penyaluran sumbangan itu tetap melalui BKD.

400 Mahasiswa Usulan KNPI Maros Dapat Beasiswa dari Hatta Rahman
ist
ilustrasi beasiswa

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Badan Keuangan Daerah (BKD) Maros menyalurkan bantuan pendidikan atau beasiswa ke 400 mahasiswa Maros di akhir tahun 2017 lalu.

Kepala BKD Maros Takdir mengatakan, Selasa (2/1/2018) anggaran yang diberikan ke mahasiswa merupakan bantuan pendidikan dari Bupati Maros, Hatta Rahman.

Anggaran tersebut merupakan Biaya Operasional (BOP) Bupati Maros.

"Nilai bantuan untuk 400 mahasiswa dari BOP Bupati Maros sebesar Rp 200 juta. Seharusnya, BOP itu digunakan sebagai penunjang kegiatan Bupati. Namun pak Bupati mengalokasikan ke pendidikan," katanya.

Masing-masing mahasiswa Maros mendapatkan sumbangan sebesar Rp 500 ribu. Penerima tersebut merupakan usulan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros.

Meski KNPI yang mengusulkan identitas penerima, namun penyaluran sumbangan itu tetap melalui BKD. Penerima langsung menerima bantuannya tanpa perantara.

"Kami memberikan dana itu langsung ke mahasiswa. Untuk 400 penerima, semua diusulkan oleh KNPI Maros yang menjadi wadah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan," ujarnya.

Ketua KNPI Maros Asri Said mengatakan, 400 daftar nama penerima bantuan pendidikan dari Bupati Maros, Hatta Rahman dikumpulkan dari 16 organisasi Mahasiswa yang ada di Maros.

Sebelum pengusulan, KNPI telah mengundang 16 organisasi tersebut untuk membahas bantuan pendidikan tersebut. Masing-masing organisasi mengusulkan 20 nama calon penerima.

"16 organisasi kemahasiswaan yang ada, kita undang untuk membahas pengusulan nama penerima bantuan pendidikan. Awalnya masing-masing organisasi mendapat jatah 20 penerima," katanya.

Hanya hanya, jatah masing-masing organisasi tersebut dikurangi menjadi 15. Hal itu disebabkan, adanya organisasi memiliki cabang atau komisariat seperti Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) atau HMI.

Untuk mahasiswa yang tidak bergabung dalam organisasi, pengusulannya dilakukan dari KNPI Kecamatan. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help