Antisipasi Warga Yang Tak Dapat Gas, Dirperdastri Gowa Batasi Jumlah Pembelian
Kepala Dirperdastri Gowa Andi Sura menjelaskan jika sebenarnya tak ada aturan yang mengatur pembelian tiga tabung setiap KK.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa punya cara tersendiri untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji 3 Kg.
Mereka memberikan instruksi agar warga tidak membeli gas elpiji 3 Kg lebih dari tiga tabung.
Kepala Dirperdastri Gowa Andi Sura menjelaskan jika sebenarnya tak ada aturan yang mengatur pembelian tiga tabung setiap KK.
"hanya instruksi saya untuk membatasi agar tidak ada yang membeli lebih tiga tabung agar semua dapat. Dan juga menghindari penimbunan kalau diberikan kesempatan untuk membeli banyak," katanya Jumat (24/11).
Untuk mengantisipasi adanya warga yang enggan melakukan instruksi itu, Andi Sura pun akan menyediakan kartu kontrol yang digunakan untuk membeli tabung bersubsidi dik.
Sudah beberapa minggu ini gas elpiji 3 Kg memang sangat jarang ditemukan.
Kalaupun ada pengecer yang menjual, harganya naik sampai 50 persen. Seperti di Pallangga Rp 25 ribu pertabung dan di Samata Rp 30 ribu pertabung.
Andi sura pun mengatakan jika harga eceran tertinggi di operasi pasar Rp 15.500 pertabung. "ini harga pertamina," ujarnya.
Dia pun menyampaikan ke warga agar membeli di distributir atau penyalur.
"biasa ada yang menaikkan karena menghitung transport karena bukan distributor atau penyalur. Indikasi kenaikan harga karena kekurangan tabung sehingga ada perlakuan menaikkan harga tabung," katanya.
Sedangkan adanya kekurangan tabung dikhawatirkan karena ada pembelian tabung tidak sesuai peruntukannya.