Pilgub Sulsel 2018
Demokrat Bantaeng Janji Tak Permalukan IYL Cakka di Kampung Nurdin Abdullah
Ketua DPC Demokrat Bantaeng, Muhammad Aras Pakkana mengatakan sebagai kader maka harus siap menerima keputusan partai.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ardy Muchlis
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Partai Demokrat Bantaeng menyatakan tidak akan mempermalukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Butta Toa, sebutan Bantaeng.
Ketua DPC Demokrat Bantaeng, Muhammad Aras Pakkana mengatakan sebagai kader maka harus siap menerima keputusan partai.
"Kalau partai sudah memutuskan (IYL-Cakka), maka sebagai kader kita harus taat terhadap putusan partai," kata Aras, Selasa (7/11/2017).
Ia menganggap sejak awal pihaknya siap menjalankan keputusan partai.
"Bagi Demokrat Bantaeng, siapapun yang didukung partai, maka menjadi kewajiban pengurus dan kader untuk mengawal, sekaligus bertanggungjawab memenangkannya," katanya.
Sebelumnya, Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah, menegaskan jika keputusan partainya bukan tanpa alasan.
Baca: Golkar Mau Rebut Basis IYL, Demokrat Gowa Perkuat Jaringan Menangkan IYL-Cakka
Selain itu, Demokrat butuh pasangan petarung, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini tak ingin hanya menjadi penggembira.
Pilgub Sulsel terbagi menjadi tiga poros yakni pertama, poros Golkar (18 kursi), Nasdem (7 kursi) dan PKPI (1 kursi) yang mengusung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, dengan total 26 kursi.
Poros kedua yakni, Partai Gerindra (11 kursi), PAN (9 kursi), PKS (6 kursi) dan PDIP (5 kursi) yang mengusung pasangan, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, dengan total 31 kursi.
Poros ketiga, Partai Demokrat (11 kursi) dan PPP (7 kursi) menjadi poros ketiga untuk IYL-Cakka dengan total 18 kursi.
Partai Hanura (6 kursi) yang belum menentukan sikap. Sementara itu, PKB (3 kursi) mulai merapat ke Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar dan PBB masih menunggu surat tugas berakhir untuk Agus Arifin Nu'mang, 8 Desember 2017.
Forum Umat Islam (FUI) mendorong Agus Arifin Nu'mang-Aliyah Mustika Ilham untuk maju melalui jalur independen.
Syarat untuk mengusung yakni 20 persen jumlah kursi di DPRD setempat atau 17 kursi untuk DPRD Sulsel.
Sedangkan syarat untuk maju independen yakni 480.124 e-KTP atau surat keterangan (suket) Capil.(*)