TribunTimur/

Penerimaan Siswa Baru 2017

Anak Tidak Lolos, Oknum Pejabat Disdik Gowa Anggap PPDB Labrak Permendikbud

Sekertaris Dinas Pendidikan Sulsel Dr Setiawan Aswad heran karena tahapan pelaksanaan PPDB sudah berlangsung lancar

Anak Tidak Lolos, Oknum Pejabat Disdik Gowa Anggap PPDB Labrak Permendikbud
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah calon siswa yang didampingi orang tuanya memadati lokasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di ruangan aula SMAN 17, Jl Sunu, Makassar, Senin (20/6/2016). Dihari pertama ini Panitia pelaksana menyiapkan operator/konter untuk membantu calon siswa mendaftar dengan cara online. Adapun jalur PPDB yang dibuka saat ini yakni jalur Domisili, Prasejahtera dan Bina Mitra. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Seorangoknum  pejabat Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Gowa terang-terangan menyalahkan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Tahun 2017.

Di salah satu media terbitan Makassar, pejabat bersangkutan berkoar-koar menilai pelaksanaan penerimaan siswa baru SMA/SMK oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan telah melabrak Permendikbud No. 17 tahun 2017 tentang PPDB.

Ia bahkan meminta pelaksana PPDB dalam hal ini Disdik Sulsel menghentikan segala proses penerimaan terutama jalur domisili dan jalur kemitraan.

Baca: PPDB Online, None: Tak Ada Jatah Hanya Bobot

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Dinas Pendidikan Sulsel Dr Setiawan Aswad heran karena tahapan pelaksanaan PPDB sudah berlangsung lancar, bisa diterima semua kalangan setelah sosialisasi secara massif ke sekolah dan media.

"Tentu saja ada yang protes dan bertanya-tanya tetapi akhirnya bisa menerima setelah dijelaskan secara konfrehensif," kata Setiawan via rilis resmi Dinas Pendidikan Pemprov Sulsel ke Tribun, Selasa (20/6/2017).

Doktor alumni University of Melbourne Australia ini juga merasa heran jika masih ada pihak menolak jalur kemitraan.

Menurutnya, mereka bersyukur karena masih ada kemitraan sebagai cara bijak kita untuk mengapresiasi hubungan yang terbina selama ini walaupun tidak akan bisa memuaskan semua pihak.

Apalagi, kemitraan bukan lagi seperti tahun-tahun sebelumnya yang diterjemahkan sebagai jatah bagi pihak tertentu dengan ukuran yang tidak jelas.

Halaman
12
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help