Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

18 Juni, Underpass Mandai Mulai Dioperasikan

"Saat ini kita sementara rampungkan pengaspalan di titik yang telah di betonisasi," kata Amin.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Suasana pengenrjaan proyek underpass simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin di Mandai, Makassar, Senin (29/5/2017). Proyek yang sudah sudah 81 persen pengerjaannya ini akan beroperasi 18 Juni mendatang atau H-7 lebaran Idul Fitri. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Proyek Underpass Mandai atau Jalur terowongan di simpang lima Bandara Internasional Hasanuddin sebentar lagi di operasikan.

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VI rencana mengoperasikan jalur terowongan yang ada di perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Maros ini tepat di tanggal 18 Juni 2017 mendatang.

Kamis (1/6/2017), Kepala Satker Jalan Metropolitan BBPJN VI Muhammad Amin Hamid mengatakan jelang pengoperasian underpass, pihaknya melakukan pengerjaan ekstra dengan sisten lembur di titik yang akan dilalui pengendara.

"Saat ini kita sementara rampungkan pengaspalan di titik yang telah di betonisasi," kata Amin.

Kendati demikian, Amin pun optimis tetap mengoperasikan proyek ini meski belum rampung 100 persen.

Perlu diketahui, kontrak proyek yang berada di Kecamatan Biringkanaya ini selesai pada 17 Juli 2018.

Ia menyebutkan alasan pengoperasian underpass sebelum masa kontrak kerja proyek ini selesai, karena akan berlangsungnya arus mudik lebaran ramadan 1428 hijriah.

Dijelaskan Amin, pengoperasian Underpass ini tidak menandakan bahwa proyek tersebut selesai 100 persen, melainkan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan yang bisa memicu aktivitas keluar masuk bandara terhambat jelang ramadan.

Saat ini progres pengerjaan proyek tersebut sudah memasuki 80 persen dari total anggaran sebesar Rp 169 miliar. Artinya anggaran yang tersisa sekitar Rp 30 miliar

Diketahui, anggarannya dikeluarkan dalam tiga tahap, dimulai dari tahun 2015 sebesar Rp 42 miliar, tahun 2016 sebesar 75 miliar, dan tahun 2017 ini 52 miliar.

Adapun pengerjaan yang belum selesai di proyek trans sulawesi ini, seperti pengaspalan, pemasangan ornamen di dinding terowongan, air mancur, dan lampu jalan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved