TribunTimur/

Masih Ada 40 % Dosen Kopertis IX Tak Punya Pangkat Akademik

Dosen yang belum memiliki pangkat akademik tidak bisa ikut program hibah penelitian

Masih Ada 40 % Dosen Kopertis IX Tak Punya Pangkat Akademik
HANDOVER
Koorninator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih MP membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Format Beban Kerja Dosen (BKD) dan Prosedur Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI). Kegiatan yang diikuti 30 dosen tetap Fakultas Kedokteran UMI tersebut berlangsung di Aula Aisyah Fakultas Kedokteran UMI, Rabu (19/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Koorninator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih MP membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Format Beban Kerja Dosen (BKD) dan Prosedur Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Kegiatan yang diikuti 30 dosen tetap Fakultas Kedokteran UMI tersebut berlangsung di Aula Aisyah Fakultas Kedokteran UMI, Rabu (19/4/2017).

Prof Niar mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dimana Fakultas Kedokteran UMI merupakan institusi pertama di Kopertis IX yang berinisiatif sendiri melakukan Bimtek di fakultasnya. 

Baca: Hati-Hati, Kopertis Wilayah IX Sulawesi Rilis 7 Kampus Tanpa Izin Dikti, 3 dari Sulsel

"Pangkat akademik bagi dosen sangat penting, karena sangat berpengaruh bagi institusi dan dosen itu sendiri. Kopertis Wilayah IX memiliki 12.667 dosen DPK dan yayasan, dari jumlah tersebut masih ada kurang lebih 40 persen belum memiliki pangkat akademik," ungkap Prof Niar. 

Baca: Kopertis IX Sulawesi: Jumlah Riset PTS 2017 Mencapai 1.364 Dosen

Dosen yang belum memiliki pangkat akademik tidak bisa ikut program hibah penelitian, karena salah satu persyaratan administrasi adalah memiliki pangkat akademik minimal asisten ahli. Sisi lain pangkat akademik sangat berpengaruh bagi institusi, karena SDM sangat besar porsinya dalam penilaian akreditasi. 

"Mudah-mudahan dengan adannya Bimtek ini, dosen Fakultas Kedokteran UMI lebih termotivasi untuk mengurus pangkat akademiknya, demi pengembangan diri dan institusi, demikian juga dengan pengisian format Beban Kerja Dosen (BKD) harus diperhatikan karena harus diisi setiap akhir semester," kata Prof Niar menyampaikan harapannya.

Sementara itu Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Prof dr H Syarifuddin Wahid Ph D SpPA (K) mengatakan dengan Bimtek tersebut diharapkan para dosen Fakultas Kedokteran UMI dapat lebih memahami bagaimana cara pengisian format BKD dan prosedur kepangkatan, karena hal tersebut sangat penting bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga institusi.

Untuk itu diharapkan kegiatan tersebut dapat diikuti dengan serius, sehingga tidak ada lagi yang malas mengurus pangkat akademiknya, jadilah pionir bagi dosen-dosen yang lain, demi kepentingan institusi kita Fakultas Kedokteran UMI.

Penulis: Hasrul
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help