Jalan Panjang Menggapai Puncak Para Dewa
Puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Mahameru dan disebut-sebut sebagai puncak abadi para dewa.
Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Anita Wardana
TRIBUN-TIMUR.COM, LUMAJANG-Berada di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur, Gunung Semeru masih menjadi magnet bagi para pendaki untuk menaklukkan salah satu gunung tertinggi di Indonesia.
Gunung Semeru pun masuk dalam jajaran Seven Summit Indonesia
Apalagi gunung ini semakin booming setelah film karya Rizal Mantovani, 5 cm yang dibintangi Fedi Nuril dan Raline Shah mengeksplor keindahan Gunung Semeru.
Puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Mahameru.
Puncak Mahameru pun disebut-sebut sebagai puncak abadi para dewa dan masih dianggap sebagai tempat suci bagi Suku Tengger yang tinggal di kaki gunung Gunung Semeru.
Namun, jangan langsung membayangkan gagahnya berdiri di ketinggian 3676 mdpl, puncak tertinggi Pulau Jawa.
Perjalanan panjang masih harus Anda lalui yang semuanya berawal dari Desa Ranupani.
Sebelum memulai pendakian, Anda terlebih dahulu harus mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) di Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Gerbang 'Selamat Datang Para Pendaki Gunung Semeru' akan menyambut Anda.
Perkebunan sayur milik warga juga akan menemani langkah awal para pendaki menuju Mahameru.

Awalnya, medan yang dilalui tak begitu sulit, tampak landai, hanya saja akan terus menanjak hingga ke pos satu, dua dan tiga.
Barulah, saat menuju pos keempat, tekanan akan semakin besar saat kita harus melintasi tanjakan yang cukup menguras energi, persis saat meninggalkan pos tiga.
Selain berjibaku dengan medan yang terus menanjak, pendaki juga harus menahan udara yang dingin sepanjang perjalanan ke Puncak Mahameru.
Pesona Ranu Kumbolo