TribunTimur/

Cerita Bujangan Senja Daeng Yoyo, Sudah 36 Tahun Numpang di Markas Polres Pangkep

Daeng Yoyo tinggal di pusaran aparat negara itu sejak tahun 1980-an atau sejak markas ini dibangun.

Cerita Bujangan Senja Daeng Yoyo, Sudah 36 Tahun Numpang di Markas Polres Pangkep - daeng-yoyo_20170317_143918.jpg
Munjiyah Dirga Gazali/tribunpangkep.com
Daeng Yoyo di dekat Alun-alun Citramas Pangkep, Jumat (17/3/2017).
Cerita Bujangan Senja Daeng Yoyo, Sudah 36 Tahun Numpang di Markas Polres Pangkep - daeng-yoyo457_20170317_143937.jpg
Munjiyah Dirga Gazali/tribunpangkep.com
Daeng Yoyo di dekat Alun-alun Citramas Pangkep, Jumat (17/3/2017).
Cerita Bujangan Senja Daeng Yoyo, Sudah 36 Tahun Numpang di Markas Polres Pangkep - daeng-yoyo445788_20170317_144023.jpg
Munjiyah Dirga Gazali/tribunpangkep.com
Daeng Yoyo di dekat Alun-alun Citramas Pangkep, Jumat (17/3/2017).

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE- Haruna Dg Yoyo sosok bujangan senja tak berpangkat yang betah menumpang hidup di Markas Polres Pangkep.

Daeng Yoyo, sapaan akrabnya, adalah pria asal Kampung Mario, Desa Palakkang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Daeng Yoyo tinggal di pusaran aparat negara itu sejak tahun 1980-an atau sejak markas ini dibangun.

Usianya sekarang 60 tahun.

Ketika gedung Mapolres Pangkep dibangun, dialah salah satu kulinya.

Tak hanya itu, termasuk 13 kantor Polsek yang tersebar di Kabupaten Pangkep.

Berkat jasanya sebagai kuli, pria adem bertutur sapa ini "sah" hidup pusaran Mapolres Pangkep.

Tinggal di satu kamar markas yang bersebelahan tempat penyimpanan sepeda motor sitaan Polres Pangkep.

Daeng Yoyo hapal betul seluk-beluk dan penghuni Mapolres Pangkep, kurang lebih juru kunci.

Jumat (17/3/2017), tribunpangkep.com kebetulan bertemu Daeng Yoyo dekat Alun-alun Citramas Pangkep.

Dia menceritakan kisahnya kepada penulis.

Ada sesosok perwira tinggi yang dia puja-puja. 

Siapa dia? Mantan Kapolda Sulsel Irjen Pol (Purn) Firman Gani.

Rupanya, Firman Gani lah yang pertama mengizinkan Daeng Yoyo numpang di markas polisi hingga sekarang.

Daeng Yoyo tak kuasa menyembunyikan keharuannya mengenang sosok almarhum Firman Gani.

"Beliau yang membantu saya, saya dulu dekat dengan beliau," kata Daeng Yoyo pelan, sambil mengusap air matanya.

Daeng Yoyo tak punya keluarga berpangkat di kepolisian, namun Firman Gani dia anggap lebih dari saudara.

"Beliau orang baik, saya diperhatikan dulu," katanya.

Sekarang ini Daeng Yoyo petugas kebersihan Mapolres Pangkep.

Gajinya tak menentu namun cukup untuk menyambung hidup.

"Alhamdulilha, yang penting bisa makan," tuturnya.

Untuk menambah isi kantongnya, Daeng Yoyo nyambi sebagai pengantar makanan catering.

Sehari-hari dia menggunakan sepeda angin mengantar paket makanan.

Sepeda itu dia beli berkat hasil keringatnya semasa bertugas memberi makanan kepada tahanan di Markas Polres Pangkep.

Daeng Yoyo tak soal hidup membujang dengan kondisi ekonomi seadanya.

"Apa saja yang penting halal, tidak memandang itu jorok atau bersih, saya juga antar makanan, biasa juga saya dikasi-kasi uang sama orang. Alhamdulillah yang penting bisa makan," tuturnya lagi.

Daeng Yoyo boleh hidup dengan kondisi kantong tipis, namun dia senantiasa akrab dengan perwira.

Sudah 20 kapolres Pangkep dia akrabi.

Salah satunya mantan Kapolres Pangkep AKBP Deni Hermana.

"Deni kapolres yang merakyat, ramah dan paham kondisi sosial masyarakat," begitu Daeng Yoyo menilai Deni Hermana. (*)

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help