Ikatan Bidan Bone: Wanita yang Digrebek di Wisma Bukan Bidan
Ia mengangap bahwa apa yang dilakukan oknum tersebut, sangat merugikan dan mencemarkan nama baik bidan.
Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani

MAKASSAR, TRIBUN TIMUR.COM - -Pengurus cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bone, mengecam pelaku mesum bidan yang digrebek di Wisma Rajawali Kabupaten Bone.
Ketua IBI Bone, Kartini Ras, mengatakan pasca berita pada tanggal 19/12 lalu, pihaknya telah melakukan penelusuran nama anggotanya yang dimaksud dalam berita tersebut. Menurutnya nama yang disebutkan bukanlah seorang bidan, melainkan seseorang yang berprofesi di luar bidan Kamis (26/12/2013).
Menurutnya, dengan pengakuan oknum tersebut, membuat IBI Bone tidak menerimanya. Ia mengangap bahwa apa yang dilakukan oknum tersebut, sangat merugikan dan mencemarkan nama baik bidan.
Ia menambahkan, seandainya oknum tersebut, benar-benar seorang Bidan, maka pihaknya tak segan-segan untuk memberikan sanksi pemecatan. Hanya saja oknum itu bukan bidan, jadi ia tidak berhak untuk memecatnya.
Kami mengharapkan, janganlah pakai nama bidan jika bermasalah, Bidan bukan hanya satu, tapi puluhan ribu Bidan. Apalagi orang yang didapat di wisma rajawali, itu bukan bidan. Semua bidan pasti tersinggung atas pengakuan orang yang berprofesi di luar bidan, terus mengatasnamakan nama bidan, " tegas Kartini.
Sebelumnya, pada Selasa (17/12/2013), kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, tepergok di dalam kamar bersama seorang perempuan.
Kepala Pusmesmas itu bernama Andi Muhammad Ilyas Bin Andi Tajuddin (44) yang tepergok melakukan aksi mesum bersama seorang yang mengaku seorang Bidan, yang bernama Mirnayanti Binti Umar (25) warga Desa Tungke, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Selasa sekitar pukul 23.00 wib.
Kedua pasangan bukan suami istri ini, terjaring razia saat petugas Kepolisian Resort (Polres) Bone yang dipimpin Kabag Ops Komisaris Polisi Azis Matta melakukan razia jelang Natal 2013 dan Tahun Baru 2014.(*)