Ini Cara Memandikan Jenazah Pengidap HIV - AIDS
Sebanyak 54 kader PKK se-Kabupaten Gresik,
GRESIK,TRIBUN-TIMUR.COM - Sebanyak 54 kader PKK se-Kabupaten Gresik, mengikuti pelatihan cara merawat jenazah ODHA dan ADHA, di Pendopo Kabupaten Gresik, Kamis (13/6/2013).
dr Moch Nur Dholam dari Dinas Kesehatan mengatakan, sebanyak 300 orang warga Gresik positif mengidap HIV/AIDS. Ketika mereka meninggal dunia, harus mendapat perawatan khusus agar tidak menular kepada yang merawat jenasahnya. "Karena orang yang terkena virus HIV/AIDS penularannya mulai hidup hingga meninggal dunia," ujar dr Dholam.
Dikatakan dr Dholam, sesuai standar Universal Precountion, untuk merawat jenasah pengidap HIV/AIDS, perawat harus tidak memiliki luka, memakai sepatu bots, maskter pelindung mulut dan hidung, mengenakan sarung tangan karet dan bertopi.
Selain itu, juga disiapkan campuran klorin 0,5%, dan 200 gram kaporit. Juga disiapkan dua timba, satu bak untuk desinfeksi jenazah, satu bak lagi untuk dekontaminasi alat bekas jenazah.
Langkah pertama, jenazah disiram dengan larutan klorin dibiarkan 10 menit, dibilas dengan air bersih yang mengalir. Setelah dibersihkan dengan handuk kering, lalu dibungkus plastik baru dikafani. "Yang perlu dipahami saat memandikan, tidak boleh memangku jenazah," ingatnya.
Ny Zumrotus Sholehah Qosim, Ketua PKK Kabupaten Gresik meminta agar kader PKK tidak perlu takut merawat jenazah orang dengan HIV/AIDS. "Hendaknya ilmu ini, segera ditularkan kepada tetangga sehingga kita semua bisa merawat jenasah HIV/AIDS sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.