Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel Dituding Offside
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PM) Kota Makassar,
Tayang:
Editor:
Muh. Taufik
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PM) Kota
Makassar, Andi Muhammad Abdi menyesalkan pernyataan Ketua Pemuda
Muhammadiyah Sulsel Syaharuddin Alrif yang menyatakan akan all out
mendukung penuh pasangan Muhyina Muin-Syaiful Saleh di Pilkada Makassar
mendatang. Komplain tersebut disampaikan oleh Abdi, Minggu (5/5/2013).
Abdi menegaskan bahwa secara institusional Pemuda Muhammadiyah tidak terlibat dalam aktivitas dukung-mendukung pada Pemilhan Walikota Makassar.
“Pernyataan Syahar offside, itu sikap pribadi bukan keputusan institusi. Hal ini juga telah saya konfirmasikan dengan sekretaris Pemuda Muhammadiyah Sulsel, sampai saat ini tidak ada keputusan organisasi yang menyatakan dukungan ke salah satu kandidat”, tandas Mahasiswa Pascasarjana Unhas ini.
“Menurut kami, sikap terbaik yang seyogyanya diemban oleh Pemuda Muhammadiyah adalah menjadi katalisator bagi warga Makassar agar mendapatkan Walikota yang terbaik. Sebagai organisasi masyarakat sipil, kami akan berperan mengawal Pemilihan Walikota yang berkualitas dan bermartabat. Bukan terjebak dalam arus dukung mendukung,” tegas nakhoda Pemuda Muhammadiyah Makassar ini.
Pemuda Muhammadiyah Makassar akan mendeklarasikan berdirinya Komite Pemantau Pemilihan Walikota Makassar.
Program yang akan dilakukan oleh Komite ini adalah pendidikan politik untuk masyarakat, membantu KPU dan Panwas dalam menegakkan aturan, dan mengagregasikan kepentingan politik masyarakat kepada semua calon Walikota dalam bentuk kontrak politik. (*)
Abdi menegaskan bahwa secara institusional Pemuda Muhammadiyah tidak terlibat dalam aktivitas dukung-mendukung pada Pemilhan Walikota Makassar.
“Pernyataan Syahar offside, itu sikap pribadi bukan keputusan institusi. Hal ini juga telah saya konfirmasikan dengan sekretaris Pemuda Muhammadiyah Sulsel, sampai saat ini tidak ada keputusan organisasi yang menyatakan dukungan ke salah satu kandidat”, tandas Mahasiswa Pascasarjana Unhas ini.
“Menurut kami, sikap terbaik yang seyogyanya diemban oleh Pemuda Muhammadiyah adalah menjadi katalisator bagi warga Makassar agar mendapatkan Walikota yang terbaik. Sebagai organisasi masyarakat sipil, kami akan berperan mengawal Pemilihan Walikota yang berkualitas dan bermartabat. Bukan terjebak dalam arus dukung mendukung,” tegas nakhoda Pemuda Muhammadiyah Makassar ini.
Pemuda Muhammadiyah Makassar akan mendeklarasikan berdirinya Komite Pemantau Pemilihan Walikota Makassar.
Program yang akan dilakukan oleh Komite ini adalah pendidikan politik untuk masyarakat, membantu KPU dan Panwas dalam menegakkan aturan, dan mengagregasikan kepentingan politik masyarakat kepada semua calon Walikota dalam bentuk kontrak politik. (*)