Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anggota DPD Reses di Takalar

Pembangunan Kabupaten Takalar perlu diupayakan untuk terus genjot

Tayang:
Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Pembangunan Kabupaten Takalar perlu diupayakan untuk terus genjot, apa lagi daerah ini memiliki banyak potensi sumber daya alam unggulan.

Drs H Bahar Ngitung, Anggota DPD RI, mengatakan itu saat bertatap muka dengan jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Takalar bertempat di Aula Rapat Pimpinan Kabupaten Takalar, Kamis (18/4/2013).
 
Kabupaten Takalar memiliki berbagai potensi unggulan diantaranya tambak, rumput laut, persawahaan. Namun, belum terkelola secara optimal.

Itu sebabnya, anggota Senator dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan yang akrab dipanggil OBAMA (Om Bahar Mantap) itu, ingin berperan aktif mendorong peningkatanpembangunan Kabupaten Takalar. “Berikan saya tugas, apa yang harus saya bantukan untukmendorong peningkatan pembangunan Kabupaten Takalar,” ujar OBAMA.

Kehadiran Bahar Ngitung di Kabupaten Takalar merupakan rangkaian kegiatan reses atau terkait tugas konstitusional. Sebelumnya, pertemuan yang sama juga sudah dilakukan di BKPM ProvinsiSulawesi Selatan,Disperindag dan Penanaman Modal Kota Makassar.

Jumat (19/4), pukul 09.00 Wita, besok akan berkenjung ke PT Pelindo IV Makassar.
Pertemuan di Kabupaten Takalar, Bahar Ngitung  diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Ir. H. Irwan N, M.Si dan sejumlah kepala SKPD Kabupaten Takalar.

Hadir Staf Ahli Bupati, Para Asisten, Inspektur, Kepala Badan/Dinas Kantor se-Kabupaten Takalar para Kepala Bagian Sekretaris KPU, dan Korpri dan para Camat.
 
Sekretaris Kabupaten Takalar, H. Irwan  berharap, kedatangan anggota DPD RI Drs H Bahar Ngitung sangat berarti untuk pengembangan pembangunan Kabupaten Takalar. Apalagi Takalar saat ini sedang mempersiapkan diri sebagai pusat agroindustri untuk tanaman pangan/pertanian.

Komoditas unggulan Kabupaten Takalar diantaranya, beras, jagung,rumput laut dan  gula. Khusus gula,Takalar memiliki pabrik gula, namun dari tahun ke tahun produksinya terusmenurun. Padahal lahan perkebunan Tebu yang dikusai pabrik gula mencapai enam ribuhektar. “Ini semua perlu kembali dioptimalkan,”kata  Irwan, seraya menambahkan, perlu menumbuhkan indusri turunan dari pabrik gula dan kalau inidapat dilakukan dapat mencapai 146 jenis industri turunan dari pabrik gula tersebut.

Belum lagi, produksi beras mencapai 160 ton/ tahun, jagung dan rumput laut,katanya.
Untuk perikanan tangkap, masih memiliki keterbatasan sarana produksi. Begitu pula areal persawahan belum seluruhnyamenggunakan pengairan irigasi. Saat ini di Kabupaten Takalar masih empat ribu hektar sawah yang hanya mengandalkan hujan (sawa tada hujan). “Ini hanya dua kali panen dalam setahun,” tutur Irwan,lalu menambahkan solusinya adalah membangun Waduk Pamukulu.

Rencana pembangunan Waduk Pamukulu anggarannya telah diusulkan ke pemerintah pusat sejak 10 tahun lalu, tapi sampai saat ini belum ada realisasi, katanya. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved