BRI Makassar Belum Terima Permintaan FLPP
Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera)
Tayang:
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) terus mendorong pasokan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah
melalui fasilitas pembiayaan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan
Perumahan).
Sayangnya, penyerapan FLPP di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak berjalan dengan maksimal. Bahkan pihak perbankan mengakui, hingga saat ini belum ada permintaan pembiayaan dari fasilitas tersebut.
Kepala Bagian Pengembangan Bisnis Program Kantor BRI Wilayah Makassar, Darmanto, mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menyalurkan pembiayaan perumahan melalui FLPP.
"Belum ada permintaan jadi tidak jalan. Masalahnya, rumah yang akan dibiayai belum ada," katanya di Makassar, Selasa (2/4/2013).
Dikatakan, pada dasarnya, BRI Wilayah Makassar siap mengucurkan kredit FLPP berapapun permintaan masyarakat.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Raymond Arfandy, menegaskan, tidak maksimalnya program pemerintah tersebut karena pihak developer terkendala harga.
"Developer di Sulsel tidak ada yang mau membangun rumah dengan harga Rp 88 juta. Developer baru membangun jika harga jual Rumah Sejahtera Tapak (RTS) Rp 95 juta hingga Rp 100 juta," katanya.
Menurutnya, beberapa bulan lalu, pihaknya sudah melayangkan surat ke Kemenpera untuk merevisi lagi harga jual minimal Rp 95 juta untuk RTS tipe 36. Namun hingga saat ini, belum ada respon dari Kemenpera. (*)
Sayangnya, penyerapan FLPP di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak berjalan dengan maksimal. Bahkan pihak perbankan mengakui, hingga saat ini belum ada permintaan pembiayaan dari fasilitas tersebut.
Kepala Bagian Pengembangan Bisnis Program Kantor BRI Wilayah Makassar, Darmanto, mengatakan, hingga saat ini, pihaknya belum menyalurkan pembiayaan perumahan melalui FLPP.
"Belum ada permintaan jadi tidak jalan. Masalahnya, rumah yang akan dibiayai belum ada," katanya di Makassar, Selasa (2/4/2013).
Dikatakan, pada dasarnya, BRI Wilayah Makassar siap mengucurkan kredit FLPP berapapun permintaan masyarakat.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Raymond Arfandy, menegaskan, tidak maksimalnya program pemerintah tersebut karena pihak developer terkendala harga.
"Developer di Sulsel tidak ada yang mau membangun rumah dengan harga Rp 88 juta. Developer baru membangun jika harga jual Rumah Sejahtera Tapak (RTS) Rp 95 juta hingga Rp 100 juta," katanya.
Menurutnya, beberapa bulan lalu, pihaknya sudah melayangkan surat ke Kemenpera untuk merevisi lagi harga jual minimal Rp 95 juta untuk RTS tipe 36. Namun hingga saat ini, belum ada respon dari Kemenpera. (*)