CITIZEN REPORTER
Ikat Jepang Dukung Komunitas Ekonomi Asean 2015
Gagasan tentang eksistensi komunitas ekonomi ASEAN 2015 melalui workshop dan sosialisasi
Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Taufik
AAbdul rauf al-hamdany
Ketua Umum Ikat Jepang Sul-sel
Melaporkan dari Makassar
Gagasan tentang eksistensi komunitas ekonomi ASEAN 2015 melalui workshop dan sosialisasi dengan tema "Meraih Peluang Komunits Asean 2015 : Menjadikan Kawasan Timur Indonesia sebagai wilayah Pertumbuhan Makassar".
Acara tersebut berlansung di Hotel Sahid Jaya, Selasa (26/03) 2013). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 - 14.30 wita, dibuka langsung Gubernur Sulsel diikuti sekitar 250 orang dari berbagai stakeholder se-Sulawesi Selatan, pelaku UMKM, termasuk IKAT Jepang Sulsel turut diundang dalam acara tersebut.
Gubernur dalam sambutannya sangat memberikan apresiasi yang
luar biasa ,bahkan SYL minta dalam 100 hari kedepan hasil workshop tersebut harus bisa melahirkan hasil demi membangun Kawasan Timur Indonesia (KTI). Alasannya, sederhana bahwa ketika Sulsel menjadi pilihan maka itu berarti dapat meresonasi 14 kabupaten di KTI ini, dan berharap ada pertemuan berikutnya untuk memfollow up ide-ide cemerlan ini, demikian kata SYL
Dalam acara tersebut hadir pula sebagai keynote speaker Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negri bapak I Gusti Agung Wesaka Puja, dilajutkan paparan materi yang dipandu oleh moderator Bapak Drs.H.M.Ilham Alim Bachrie, MBA, MM, diantaranya pemateri Wakil dari Direktorat Transportasi Kementerian PPN/ Bappenas Bapak Dail Umam, Ketua Umum APINDO Sulawesi Selatan Bapak La Tunreng, Direktur Fasilitator Ekspor dan Impor Kemendag Drs. Junaedi dan ditutup oleh duta Besar RI Thailand yang berkedudukan di kota Bangkok Lutfi Rauf yang mengaku orang Sulsel juga tepatnya dari Soppng..
Pak lutfi Rauf yang telah bertugas kurang lebih satu tahun di
Thailand cukup memberikan gambaran kepada dirinya bahwa Indonesia dan khususnya sulawesi sebagai reperesentatif KTI sangat jauh ketinggalan dari segi perkembangan Ekonomi dibanding thailand, sehingga menggugah dirinya untuk hadir ke kampong halamannya ikut memperbaiki demi menghadapi
Komuntias ekonomi Asean, 2015,pada tahun 2015 mendatang akan ada 7 hal pelayanan jasa yang bebas BEA yaitu Engeniring, Arsitektur, keperawatan, jasa survei, dokter umum, dokter gigi, dan akuntan, demikian kata pak DUBES RI Bangkok.
Kemudian dilanjutkan setelah Ishoma acara diskusi one on one meeting atau face to face antara peserta dengan tiga atase perdagangan yaitu KBRI
Bangkok, KBRI Kuala Lumpur Malaysia dan KBRI Manila yang ditemui adalah kalangan pengusaha dan UKM Sulawesi Selatan, mereka satu persatu memilih menyampaikan lansung produknya, dan diberikan solusi untuk segera di ekspor ketiga negara yang bersangkutan dengan syarat mendapatkan standar kwalifikasi international. (*)