A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

5 Strategi Usir Lemak Selamanya - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Timur

5 Strategi Usir Lemak Selamanya

Selasa, 7 Agustus 2012 13:47 WITA
5 Strategi Usir Lemak Selamanya
ist
perut gendut

TRIBUN-TIMUR.COM --  Anda lelah dengan perjuangan menurunkan bobot tubuh yang seolah tak berujung? Nah, cobalah strategi berikut yang dikumpulkan dari para ahli.

1. Cukupi vitamin D
Vitamin D yang tercukupi setiap hari dapat membantu Anda menurunkan berat. Sebuah studi di University of Minnesota menemukan bahwa orang yang memulai program penurunan berat badan dengan kadar vitamin D yang tidak mencukupi akan mengalami kurang gizi. Penelitian lain menunjukkan bahwa vitamin D meningkatkan efektivitas leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang pada otak. Karena sulit untuk mendapatkan D dari makanan saat berdiet, Shalamar Sibley, MD, asisten profesor di universitas ini menyarankan Anda mungkin perlu mengasup suplemen vitamin D3. Banyak ahli merekomendasikan 1.000 iu (internasional unit) per hari.

2. Hentikan sociotropy

Anda tidak benar-benar ingin mengudap, tapi teman-teman Anda mendesak. Akhirnya, Anda menyerah dan memesan sepotong tiramisu. Stop menjadi tipe sociotropy yakni orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain. "Perempuan memiliki skor sedikit lebih tinggi dalam kecenderungan ini dibandingkan laki-laki," kata Julie Exline, Ph.D, seorang profesor psikologi di Case Western Reserve University. "Tolak saja ajakan teman Anda dengan sopan tapi tegas bahwa Anda tidak lapar."

3. Makan dengan perlahan
Kebanyakan dari kita makan dengan cepat, mengunyah setiap gigitan hanya beberapa kali, yang berarti kita mengonsumsi makanan lebih dari yang kita sadari. Dalam penelitian terbaru, orang yang mengunyah setiap 40 kali gigitan makan hampir 12 persen lebih sedikit daripada mereka yang mengunyah hanya 15 kali. Ketika kita mengunyah lagi, tubuh kita menghasilkan lebih sedikit ghrelin, hormon yang meningkatkan nafsu makan, dan lebih banyak hormon peptida yang diyakini mengekang kelaparan. Mulai sekarang, makan dengan perlahan.

4. Mengakali selera makan

Penelitian menunjukkan bahwa lemak memicu pelepasan bahan kimia serupa dengan yang dialami oleh pecandu narkoba.Trik untuk menjaga nafsu makan adalah menghindari makanan yang membuat Anda kehilangan kontrol. Hanya saja itu sulit dilakukan karena godaan ada dimana-mana "Jika Anda tergoda untuk menyantap kue scone dengan kopi di Starbucks, daripada membayangkan kelezatannya cobalah berpikir tentang pinggang lebih ramping tanpanya," Eric Stice, PhD, seorang ilmuwan peneliti senior di Oregon Research Institute,AS memberi saran.

Selain itu, makan makanan sehat sepanjang hari menjaga kadar glukosa darah Anda, yang merupakan bahan bakar tubuh sehingga Anda merasa bersemangat sepanjang hari. Anda juga akan lebih mampu menahan nafsu ketika mengganti camilan pada pilihan bergizi seperti buah, sayur, yogurt rendah lemak, dan roti gandum utuh diolesi dengan selai kacang. Studi juga menunjukkan bahwa makan secara konsisten membantu kita mengendalikan nafsu.

5 Teguk teh hijau
Ini minuman sehat yang mampu bertindak seperti obat diet dalam mug, tapi tanpa efek samping negatif. Tinjauan penelitian terbaru dari Penn State University menyimpulkan bahwa minum teh hijau secara teratur dapat membantu Anda memangkas bobot tubuh. Tapi itu belum semua. Para ahli mengatakan bahwa minum tiga hingga lima cangkir setiap hari dapat membantu menurunkan berat badan.(*)

 

Editor: Ina Maharani
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas