Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Muhammadiyah Sulsel: Hargai Perbedaan Awal Ramadan

NU Sulsel juga masuk dalam tim hisab rukyat.

Tayang:
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi

Makassar, Tribun-timur.com -- Dewan Pimpinan Muhammadiyah Sulsel ikut memantau hilal di Mal GTC, Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (19/7/2012). Muhammadiyah diwakili Wakil Ketua Muhammadiyah Makassar Alimuddin.
"Saya ke sini (lokasi pemantauan hilal) diminta pimpinan wilayah mewakili," ujar Alimuddin kepada Tribun saat pemantauan hilal.
Alimuddin mengatakan, Muhammadiyah tak mempersoalkan jika terjadi perbedaan dalam penentuan 1 Ramadan. Alimuddin mengatakan, perbedaan harus dihargai.
Kendati Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan, hari ini, namun tetap mengutus pengurus mengahdiri pemantuan hilal. Ini sebagai bentuk menghargai perbedaan.
"Saya ke sini (lokasi pemantauan hilal) diminta pimpinan wilayah mewakili," ujar Alimuddin kepada Tribun.
Alimuddin mengatakan, Muhammadiyah tek mempersoalkan jika terjadi perbedaan dalam penentuan 1 Ramadan. Alimuddin mengatakan, perbedaan harus dihargai.   
Permintaan menghargai perbedaan juga disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel Kaswad Sartono. Perbedaan menjadi rahmat dan tak perlu dipertetangkan.
“Mungkin besok (Jumat) ada berpuasa, Sabtu (besok) ada berpuasa dan yang salah, yang tak berpuasa,” ujar Kaswad.
Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (NU) Sulsel Andi Darmawansah mengatakan, penentuan awal Ramadan bagi nahdliyin mengikuti keputusan pemerintah. NU Sulsel juga masuk dalam tim hisab rukyat.
Sama dengan Wahdah Islamiyah, awal Ramadan juga mengikuti kepetusan pemerintah. “Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha, wahdah selalu ikut pada keputusan pemerintah,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Wahdah Islamiyah Sulsel Saiful Bahri.(tribun-timur.com/edi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved