• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Timur

Kelak, Limbah Makassar Disatukan

Sabtu, 30 Juni 2012 13:20 WITA
SINGAPURA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemkot Makassar membawa gagasan air limbah pada World Cities Summit 2012 di Marina Bay Sands, Singapura, Minggu (1/7/2012) hingga Rabu (4/7/2012). Pada kesempatan ini, pemkot akan memaparkan gagasan saluran air limbah bakal terintegrasi. Integrasi saluran berdampak tidak tercemarnya tanah dan sumber air bersih dari kotoran dan zat kimia beracun.

Selama ini tiap rumah atau bangunan lain memiliki tempat pembuangan limbah dan industri memiliki instalasi pengolahan. Ini berdampak pada pencemaran tanah sebab banyaknya tempat pembuangan air limbah.

"Jadi, nanti di rumah tak ada lagi tempat penampungan atau pengolahan air limbah. Begitu pula pada industri. Seluruh pipa pembuangan akan terintegrasi dan tempat pembuangan serta instalasi pengolahan air limbah menyatu," kata Penasihat Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto di sela-sela acara Leaders in Urban Governance Programme di Rasa Sentosa Resort, Singapura, Sabtu (30/6/2012). Hadir pula dalam acara ini Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Arsitek tata kota ini mencontohkan sistim pembuangan air limbah di Singapura dan akan meniru sistim negara ini. Tempat pembuangan air limbah dan instalasi pengolahannya berada 40 kilometer dari pusat kota. Pemkot Makassar akan mencari tempat jauh dari pusat kota, semisal di wilayah perbatasan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros.

Belum diketahui anggaran yang akan digunakan untuk proyek saluran pembuangan air limbah ini serta lembaga donor yang akan membiayai. Begitu pula dengan tempo proyek.

"Yang jelas, proyek ini akan dipaparkan di World Cities Summit, air limbah. Pada World Cities Summit sebelumnya, kami memaparkan waterfront city," katanya.(*/tribun-timur.com)
Penulis: Edi Sumardi
Editor: Muh. Irham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
93929 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas