BEM STIKES Panrita Husada Sangkal Ada Korupsi di Kampusnya
"Soal adanya dugaan korupsi di Stikes itu hanya rekayasa Munir dan Suherman agar kampus ini tidak berjalan," kata Muhammad Asri.
Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ridwan Putra
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Panrita Husada, Bulukumba,
melalui Badan Eksekutif (BEM) Mahasiswa menuding dua mahasiswa setempat, Munir dan Suherman, melakukan upaya penggagalan akreditasi di kampus
tersebut.
Ketua BEM Stikes Panrita Husada, Muhammad Asri, mengungkapkan hal itu saat menyalurkan aspirasinya di kantor DPRD Bulukumba. Ia menyebut Munir telah mendatangi kantor Kementerian Pendidikan Nasional dan di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Jakarta pekan lalu, untuk melakukan upaya tersebut.
Ketua BEM Stikes Panrita Husada, Muhammad Asri, mengungkapkan hal itu saat menyalurkan aspirasinya di kantor DPRD Bulukumba. Ia menyebut Munir telah mendatangi kantor Kementerian Pendidikan Nasional dan di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di Jakarta pekan lalu, untuk melakukan upaya tersebut.
"Jadi keberangkatan Munir ke Jakarta ke kantor kementerian dan BAN
PT hanya untuk melakukan upaya penggagalan akreditasi yang sementara
berlangsung saat ini," kata Muhammad Asri di kantor DPRD setempat,
Selasa (8/5/2012) kemarin.
Selain itu pihak Stikes melalui BEM bersurat ke DPRD Bulukumba bahwa
masalah kampus tersebut yang telah disampaikan Munir dan Suherman ke
DPRD dinilainya tidak benar.
"Soal adanya dugaan korupsi di
Stikes itu hanya rekayasa Munir dan Suherman agar kampus ini tidak
berjalan," kata Muhammad Asri.
Pihak BEM juga menyampaikan bahwa beberapa alasan lainnya seperti,
Munir dan Suherman, dikeluarkan karena sering menyoroti pihak kampus. (*)