Kejati Sulsel Akui Salah Keluarkan Data
Kejati Sulsel Akui Salah Keluarkan Data
Pada 10 April lalu, Kejati Sulsel, melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Chaerul Amir, mengumumkan ada lima kajari yang berkinerja buruk karena tidak berhasil menangani kasus korupsi.
Kejati Sulsel melakukan evaluasi terhadap 29 Kejari se-Sulawesi Selatan dan Barat untuk periode Januari hinga Maret 2012. Saat itu, disebutkan ada lima kajari yang berkinerja buruk, yakni Kajari Masamba, Dody Alfian Putra, Kajari Mamasa, Muh Fauzan, Kajari Sengkang, Suwanda, Kajari Parepare, Iwan Sinuraya dan Kajari Enrekang.
Namun belakangan, Fietra Sani meralat data tersebut. Ia mengatakan, ada empat Kajari yang akan dimutasi karena berkinerja buruk. Empat kajari yang dimaksud adalah Kajari Parepare, Irwan Sinuraya, Kajari Bone Tonangi Madjid, Kajari Polewali Mandar (Polman), Saring dan Kajari Barru, Ngadimin.
"Kami mengakui itu adalah kesalahan fatal yang kami perbuat dalam melakukan pendataan kasus-kasus korupsi yang telah ditangani setiap kejaksaan yang tersebar di Sulselbar," kata Aspidsus Kejati Sulsel Chaerul Amir di kantornya Jl Urip Sumiharjo, Makassar, sore tadi.
"Jadi rilis data menyangkut kinerja kajari terburuk yang sebenarnya itu ada empat orang, sementara data lyang dilansir dua pekan lalu itu dianggap salah," ujar Mantan Asisten Pengawasan Kejati Sulsel ini.(*/tribun-timur.com)