A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Dua PNS PU Makassar Jadi Tersangka Korupsi - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribun Timur

Dua PNS PU Makassar Jadi Tersangka Korupsi

Senin, 23 April 2012 16:24 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar kembali menetapkan dua pejabat di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar sebagai tersangka dalam dugaan korupsi proyek pengadaan sarana dan prasarana penyulingan air bersih di Pulau Baranglompo 2008 silam.


Penetapan status tersangka dua PNS yang bekerja di lingkup instansi pemerintahan Kota Makassar diungkapkan langsung oleh pelaksana tugas Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Makassar Syahrul Juaksha, saat diminta keterangannya menyangkut perkembangan penyidikan perkara tersebut yang ditaksir telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp 300 juta.

"Mereka dinilai memiliki peran penting dalam proses pencairn dana, sehingga tidak ada alasan penyidik untuk tidak menetapkan keduanya sebagai pihak yang paling bertanggungjawab secara pidana dalam perkara itu," kata Syahrul saat ditemui di Kantor Kejati Sulsel, Senin (23/4/2012)
Adapun dua oknum PNS PU Kota Makassar yang sudah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus ini masing-masing berinisial JJ dan DH.

Meski keduanya ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka, namun Syahrul enggan menjelaskan secara rinci menyangkut jabatan keduanya dalam proyek tersebut, apalagi posisinya di kantor Dinas PU Makassar.

"Nantilah kita beberkan apa posisi jabatan keduanya di PU Makassar setelah mereka menjalani pemeriksaan dalam minggu ini. Tapi yang pasti jabatan keduanya cukup strategis di kantor tersebut," ujarnya, mengakui namanya keduanya diinisialkan lantaran jika tidak dikwatirkan keduanya melarikan diri sebelum pemeriksaanya.

Mantan Kasi Pidum Kejari Bulukumba ini menjelaskan, dalam proyek pengadaan mesin penyulingan air bersih itu, keduanya berperan penting dana proses pencairan dana untuk pelaksanaan kegiatannya.

"Yang pasti tupoksinya adalah dana tidak bisa cair jika keduanya tidak  turut bertandatangan," bebernya. (*)
Editor: Muh. Taufik
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas