Diknas Target Kelulusan SMA 100 Persen
Diknas Target Kelulusan SMA 100 Persen
Tayang:
Editor:
Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Dinas Pendidikan Nasional Kota Makassar menargetkan kelulusan siswa SMA dan sekolah sederajat pada ujian nasional 2012 mencapai 100 persen.
"Becermin pada tahun lalu, tingkat kelulusan siswa di Makassar cukup tinggi yakni 97 persen, maka tahun ini kami menargetkan dapat mencapai 100 persen," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Diknas Kota Makassar Ismunandar di Makassar, Kamis.
Menurut dia, pada periode 2012 standardisasi kelulusan UN tidak ada perubahan yakni 5,5 untuk semua mata pelajaran yang diujikan.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya optimistis angka kelulusan siswa dapat lebih tinggi dari 2011 yang hanya 97 persen.
"Meskipun standar nilai kelulusan siswa tidak naik, kami tetap mengingatkan masing-masing sekolah untuk meningkatkan kualitas anak didiknya," katanya.
Jumlah siswa peserta UN tingkat SMA dan sekolah sederajat yang terdaftar 21.321 orang siswa, sedangkan pelaksanaan ujian nasional 16-19 April 2012 dengan menggunakan sistem pengawasan silang penuh.
"Dengan sistem itu para peserta akan diawasi oleh pengawas dari sekolah lain," katanya.(*/tribun-timur.com)
"Becermin pada tahun lalu, tingkat kelulusan siswa di Makassar cukup tinggi yakni 97 persen, maka tahun ini kami menargetkan dapat mencapai 100 persen," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Diknas Kota Makassar Ismunandar di Makassar, Kamis.
Menurut dia, pada periode 2012 standardisasi kelulusan UN tidak ada perubahan yakni 5,5 untuk semua mata pelajaran yang diujikan.
Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya optimistis angka kelulusan siswa dapat lebih tinggi dari 2011 yang hanya 97 persen.
"Meskipun standar nilai kelulusan siswa tidak naik, kami tetap mengingatkan masing-masing sekolah untuk meningkatkan kualitas anak didiknya," katanya.
Jumlah siswa peserta UN tingkat SMA dan sekolah sederajat yang terdaftar 21.321 orang siswa, sedangkan pelaksanaan ujian nasional 16-19 April 2012 dengan menggunakan sistem pengawasan silang penuh.
"Dengan sistem itu para peserta akan diawasi oleh pengawas dari sekolah lain," katanya.(*/tribun-timur.com)