Rumpon Ancam Pelayaran di Selat Makassar
Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) memperingatkan kepada pengusaha jasa pelayaran untuk mewaspadai rumpon demi keamanan selama berlayar.
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Ina Maharani
Makassar, Tribun-timur.com -- Banyaknya rumpon atau dikenal dengan istilah bagang
menjadi ancaman bagi pelayaran Selat Makassar. Badan Koordinasi Keamanan
Laut (Bakorkamla) memperingatkan kepada pengusaha jasa pelayaran untuk
mewaspadai rumpon demi keamanan selama berlayar.
Keberadaan rumpon tersebut telah menjadi fokus perhatian Bakorkamla. Ini
terkait dengan semakin sibuknya lalu lintas pelayaran di Selat
Makassar.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana
Madya Yosaphat Didik Heru Purnomo pada acara rapat kerja teknis
Bakorkamla di Hotel Sahid Jaya, Makassar, Kamis (23/2/2012). Rapat kerja
tersebut diikuti 12 instansi terkait, antara lain kepolisian,
kejaksaan, pemerintah provinsi, kantor pelayanan bea dan cukai, kantor
dinas kelautan dan perikanan.
Jenderal bintang tiga ini juga memperingatkan bahaya imigran gelap,
penyelundupan kayu ilegal loging di Selat Makassar. Namun, setelah
dilakukan operasi, intensitasnya menurut. Berbeda dengan rumpon setiap
hari bertambah.
"Ancaman keamanan di Selat Makassar paling besar, rumpon. Setelah itu, ilegal logging dan imigran gelap," ujarnya.
Sementara terkait dengan perdagangan gelap senjata, Bakorkamla belum
menemukan kasus perdagangan gelap senjata melalui selat yang memisahkan
Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan itu