Aktivis Antikorupsi di Makassar Diteror
perihal penangangan kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemprov Sulsel maupun kasus pembebasan lahan untuk pengerjaan Celebes Convention Centre
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Ridwan Putra
"Suaranya mirip suara laki-laki. Tapi saya tidak tahu siapa dia. Saya biasa menantang dia untuk bertemu muka saja. Tapi si penelepon tidak mau. Saya tidak tahu dari kelompok mana dia," ujar Asram saat ditemui di Warkop 76, Makassar, Sabtu (18/2/2012).
Selama ini Asram dikenal sebagai aktivis antikorupsi di Sulawesi Selatan, jauh sebelum menjabat Direktur FIK Ornop Sulsel. Sejumlah media massa di Makassar, di antaranya Tribun Timur, kerap meminta komentarnya perihal penanganan kasus-kasus korupsi di daerah ini.
Sejumlah rekannya pun menyarankan Asram untuk mengganti nomor ponselnya agar si penelepon gelap itu tak bisa lagi mengancam via ponsel. Namun Asram menolak. "Soalnya nanti dikira kita takut dengan dia (si penelepon)," kata mantan aktaivis mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini. (*)