CITIZEN REPORTER
140 Sekolah di Makassar Ikut Program Makan Telur
PROGRAM Anak Makassar sehat dan cerdas ( AMSC ) yang saat ini sudah berjalan di 57 SD akan bertambah jadi 140 sekolah.
Muhammad Hamzah, Staf Humas Pemkot Makassar, melaporkan dari Makassar
PROGRAM Anak Makassar sehat dan cerdas ( AMSC ) yang saat ini sudah berjalan di 57 SD bersubsidi penuh di Makassar, dalam waktu tidak lama lagi akan ditambah menjadi 140 sekolah. Hal ini diungkapkan Sekertaris Program AMSC Mohammad Suaib Mappasila, Minggu (6/3/2011).
"Insya Allah, pada bulan April mendatang, sekolah yang di jangkau oeh AMSC akan ditambah menjadi 140 sekolah dasar bersubsidi yang ada di kota Makassar " ujar Suaib.
Sejak dicanangkan pada 23 September tahun lalu oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, program yang mensuplai telur, madu serta susu untuk para pelajar SD di Makassar mendapat apresiasi positif baik dari kalangan pengajar maupun orang tua siswa.
Kepala Sekolah SD Inpres Maccini Baru Dra. Hj. Ajawati, saat dimintai keterangan mengatakan bahwa antusiasme murid dan orang tua siswa sangat menggembirakan.
"Alhamdulillah program ini sudah mulai menjadi tradisi baru di lingkungan sekolah kami " ujarnya.
Menurut Ajawati, Sebelum istirahat pertama jam 9 pagi, para siswa melakukan prosesi minum susu di kelas,minum madu maupun makan telur secara bersama-sama pada hari-hari yang ditentukan.
Sementara beberapa orang tua yang sempat dihubungi secara terpisah, rata-rata dari mereka merasa senang dan gembira dan berharap program ini berlanjut terus, apalagi memang selama ini anak-anak mereka jarang mengkonsumsi susu, telur dan madu akibat kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan.
Program AMSC adalah kegiatan yang diprakarsai oleh Pemerintah Kota Makassar dalam rangka melahirkan dan menjaga agar anak-anak di Makassar membudayakan hidup sehat dan makan makanan bergizi.
AMSC diformat dalam bentuk kegiatan makan dan minum bersama yakni hari Senin adalah hari minum susu, hari Rabu adalah hari makan telur, serta hari Jumat sebagai hari minum madu.
"Untuk tahap pertama yang saat ini tengah berjalan, Kami baru mampu menjangkau 57 sekolah mengingat keterbatasan anggaran dari pemkot Makassar " ujar Suaib.
Menurutnya, Anggaran sebesar Rp 500 juta yang bersumber dari APBD kota Makassar ini belum mampu menjangkau semua sekolah yang ada di kota ini.
"Kami mohon maaf jika belum bisa memenuhi kebutuhan semua sekolah yang ada " ujar Suaib.
Menurut Suaib, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan memastikan anggaran minum susu, madu dan makan telur untuk tahun ini akan ditingkatkan.
"Tujuan utama dari program ini adalah mengubah mindset kita tentang arti penting susu, telur dan madu bagi tubuh dan perkembangan kecerdasan anak. Paradigma sekolah, guru, orang tua dan masyarakat harus berubah," ujarnya.
Suaib berharap, ke depan tradisi yang coba ditanamkan sejak dini ini mampu menjadi budaya ditengah masyarakat khsusnya dalam menyiapkan konsumsi makanan sehat untuk anak - anak.
"Yang kami lakukan sebenarnya hanyalah stimulus kepada masyarakat, karena yang kami inginkan adalah tertanamnya budaya ini secara mandiri, dan ketergantungan terhadap pemerintah akan terkikis secara perlahan-lahan," ujarnya.(*)