3 yang Pertama Di Asia Pakai BTS Hidrogen
Tribun Timur - Rabu, 2 Maret 2011 12:48 WITA
Berita Terkait
- Ada Peluncuruan Novel di Tribun Sore Ini
- BKPRMI Wisuda 996 Santri
- Warga Keluhkan Pelayanan PLN Gowa
- Istri Digoda, 3 Tahanan Rutan Makassar Berkelahi
- Bikin Menunggu Santri 7 Jam, LPA Protes Gubernur
- Di Polman, Seorang Ayah Aniaya Putrinya dengan Balok
- Muslimah Makassarpreneur Diskusi di Tribun Timur
- Istri Mendagri Curhat di Maros
- BTS Selular Bakal Di Bongkar Di Bulukumba
- Ibu Sakit, Satriyo Tinggalkan Latihan Timnas
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah mengoperasikan penggunaan BTS dengan bahan bakar Hidrogen pada tahun 2009, Operator GSM 3 (baca:Tri) milik PT Hutchison CP Telecommunication memperluas penggunaan bahan bakar hidrogen hingga ke 472 BTS miliknya, melengkapi 210 BTS.
Hidrogen telah terlebih dahulu dioperasikan sejak November 2009. Dengan total 472 BTS bertenaga Hidrogen, Tri telah menjadi operator telekomunikasi pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan BTS Hidrogen secara komersial dengan skala jumlah yang relatif besar.
"Tri konsisten menegaskan komitmen untuk memberikan layanan komunikasi yang murah dan terjangkau. Tanpa mengesampingkan pelayanan berkualitas kami pada para pelanggan, kami juga berkomitmen untuk membantu memperlambat dampak dari pemanasan global dengan memperluas pengoperasian BTS bertenaga Hidrogen hingga 472 BTS di Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Proses konvergensi penggunaannya sudah 80% berjalan dan diperkirakan akhir bulan ini akan selesai," jelas Manjot Mann Presiden Direktur Tri.
Teknologi energi alternatif yang digunakan untuk BTS ini menggunakan energi sel energi Hidrogen yang bersih, bebas polusi, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Penggunaan Sel Hidrogen ini membuat BTS-BTS milik Tri menjadi lebih ramah lingkungan karena hasil pembuangan dari sel energi Hidrogen ini hanya menghasilkan air yang tidak berbahaya bagi lingkungan.
Keuntungan lain yang didapat dari pengoperasian BTS Sel Energi Hidrogen ini adalah peningkatan daya listrik, memberikan cadangan listrik yang lebih tahan lama, dan juga menghemat biaya perawatan. Sel Energi Hidrogen sendiri pertama kali digunakan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administrasion) dan terus berkembang sampai dengan saat ini.
"Dengan semakin banyaknya jumlah BTS yang menggunakan Hidrogen sebagai bahan bakar maka diharapkan dapat mengurangi tingkat polusi yang disebabkan oleh industri telekomunikasi sehingga lebih ramah terhadap lingkungan. Oleh karena itu, tidak hanya dengan 472 BTS yang menggunakan Hidrogen sebagai bahan bakarnya, kami juga akan terus memperluas penggunaan bahan bakar Hidrogen di BTS-BTS milik kami pada kwartal 3 2011 mendatang," ujar Mann.(*)
Editor : Mursalim Djafar
Sumber : Tribunnews.com