Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wow! Cabai Rawit di Pasar Tempe Sengkang Tembus Rp60 Ribu, Tomat Naik 2 Kali Lipat

Di Pasar Tempe Sengkang, komoditi cabai rawit tembus harga Rp60 ribu per kilo.

Tayang:
Penulis: M. Jabal Qubais | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/M. Jabal Qubais
HARGA CABAI - Pedagang Pasar Tempe Sengkang, Yudha. Dirinya mengaku sejumlah bahan dapur jelang Idul Adha di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kenaikan harga saat ditemui Tribun-Timur.com, Senin (11/5/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Tempe, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan signifikan menjelang Idul Adha 2026. 
  • Cabai rawit yang sebelumnya dijual Rp35 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp60 ribu per kilogram. 
  • Kenaikan juga terjadi pada cabai besar, tomat, hingga minyak goreng kemasan dua liter yang kini dibanderol sekitar Rp45 ribu.

TRIBUNTIMUR.COM, WAJO - Harga sembako di Wajo, Sulsel, naik jelang Idul Adha.

Hal itu berdasarkan pantauan Tribun-Timur.com di Pasar Tempe, Sengkang, Senin (11/5/2026).

Di Pintu Masuk Timur Pasar Tempe, para pedagang sibuk mengurus jualannya, begitu pula pembeli silih berganti datang dan pergi.

Tak sedikit dari mereka terlihat menenteng kresek hitam dan putih berisi barang belanjaan.

Di Pasar Tempe Sengkang, komoditi cabai rawit tembus harga Rp60 ribu per kg.

Sebelumnya, hanya dibanderol seharga Rp35 ribu per kg.

Baca juga: Perum Bulog Wajo Jamin Pembelian Gabah Petani, Cadangan Beras Aman hingga 4 Tahun

Artinya, kenaikan harga sekitar 90 persen. 

Cabai besar naik menjadi Rp35 ribu per kg, sebelumnya hanya Rp13 ribu per kg.

Sedangkan, komoditi tomat naik dua kali lipat dari sebelumnya, mencapai Rp20 ribu per kg.

Tidak hanya itu, minyak goreng kemasan 2 liter ikut mengalami kenaikan harga.

Dibanderol rata-rata harga Rp45 ribu, tergantung merek produksi.

Hal ini diungkapkan salah satu pedagang di Pasar Tempe, Yudha (40).

"Betul, rata-rata harga sembako naik semua jelang Idul Adha," ujarnya sambil melayani pembeli.

Kenaikan harga dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Banyak gagal panen gegara cuaca (hujan). Saat ini kan hampir setiap hari hujan, itu salah satu penyebab naiknya harga," jelasnya.

Distribusi barang menjadi terhambat akibat Bahan Bakar yang belum stabil dan curah hujan tinggi.

"Banyak yang terlambat kirim barang karena bahan bakar dan curah hujan. Tak sedikit dari distributor mengeluhkan barang rusak terkena hujan," tambahnya.

Dirinya memperoleh sayur dan bahan pokok dari berbagai daerah.

"Cabai rawit dari Camba, Kabupaten Maros. Bawang merah dan tomat dari Enrekang, cabai besar dari sini (Wajo)," katanya

Di sisi lain, warga Lapongkoda, Kecamatan Tempe, Gunawan (43) mengaku saat ini harga bahan dapur naik.

"Naik sekali memang, tadi istriku ke pasar beli lombok (cabai) kaget, harganya naik," jelasnya.

"Dulu kalau beli Rp5 ribu sudah banyak, sekarang sisa satu kepal tangan itu sedikit sekali," sambungnya.

Ia berharap Pemerintah mampu mengatasi kenaikan harga bahan pokok.

"Semoga ada langkah yang dilakukan Pemerintah mengatasi kenaikan harga bahan pokok. Kami masyarakat tentu berharap banyak, apalagi sekarang mau lebaran haji pasti banyak kebutuhan," pintanya.

 

 

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved