Pertalite Mulai Langka di Takalar, Pengendara Terpaksa Pakai Pertamax
Meski demikian, aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut tetap berjalan melalui layanan Pertamax.
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di SPBU Panaikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dilaporkan habis pada Minggu (14/6/2026).
Kondisi tersebut terpantau di SPBU di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Pantauan Tribun-Timur.com di lokasi menunjukkan antrean kendaraan tidak terlalu panjang di jalur pengisian Pertamax.
Sebaliknya, pompa pengisian Pertalite tampak tidak beroperasi karena kehabisan stok.
Selain Pertalite, BBM jenis Solar juga dilaporkan habis.
Beberapa jenis BBM lainnya juga tidak tersedia pada saat pemantauan berlangsung.
Meski demikian, aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut tetap berjalan melalui layanan Pertamax.
Sejumlah pengendara roda dua terlihat memilih Pertamax untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka.
Namun demikian, masih ditemukan beberapa pengendara yang datang ke SPBU tanpa menggunakan helm.
Seorang pengendara motor, Farel, mengaku memang telah lama menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar kendaraannya.
"Saya memang sering isi Pertamax," kata Farel saat ditemui di lokasi.
Ketika ditanya apakah tetap menggunakan Pertamax meski harganya mengalami kenaikan, ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Iya," jawabnya singkat.
Farel menegaskan pilihannya menggunakan Pertamax bukan karena Pertalite sedang kosong.
"Memang karena Pertamax," ujarnya.
Sementara itu, pengendara lainnya bernama Asmawati mengaku terpaksa membeli Pertamax karena tidak adanya stok Pertalite.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat konsumen tidak memiliki banyak pilihan.
"Terpaksa," kata Asmawati.
Ia mengaku tetap membeli Pertamax meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.
"Apa boleh buat, biar mahal dibeli juga," ujarnya.
Saat ditanya alasannya, Asmawati menjawab dengan nada bercanda.
"Daripada jalan kaki," katanya sambil tertawa.
Di sisi lain, operator SPBU Panaikang, Nur Alfiah, menjelaskan stok Pertalite habis sekitar pukul 10.00 Wita.
"Pertalite habis tadi sekitar jam 10 lewat pagi," ujarnya.
Ia mengatakan pasokan Pertalite yang masuk ke SPBU tidak selalu sama setiap harinya.
Menurut Nur Alfiah, pengiriman terakhir yang diterima SPBU tersebut sebanyak 8 kiloliter atau sekitar 8.000 liter.
"Tadi malam masuk 8 KL," jelasnya.
Padahal dalam kondisi normal, pasokan Pertalite dapat mencapai 16 hingga 24 kiloliter tergantung jadwal distribusi.
"Biasa masuk 16 KL, 24 KL. Tergantung pengiriman dari Makassar," katanya.
Ia menambahkan, dalam beberapa kesempatan pasokan 16 kiloliter bisa datang sekaligus dalam satu kali pengiriman maupun terbagi dalam dua kali pengiriman.
Sementara untuk Solar, Nur Alfiah menyebut kuota yang diterima SPBU umumnya sekitar 8 kiloliter per hari.
"Solar setiap hari masuk 8 KL," ujarnya.
Waktu kedatangan Solar juga tidak menentu karena bergantung pada jadwal distribusi.
"Tergantung juga. Kadang tengah malam, kadang sore," katanya.
Menurutnya, cepat atau lambatnya stok Solar habis sangat dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat setiap hari.
Hingga Minggu siang, masyarakat yang membutuhkan BBM di SPBU Panaikang masih mengandalkan stok Pertamax yang tersedia untuk melanjutkan aktivitas dan perjalanan mereka. (*)
| Kontingen Pramuka Takalar Siap ke Jambore Nasional 2026, Bupati Daeng Manye Beri Motivasi |
|
|---|
| Kemenko PMK Apresiasi Layanan Kesehatan Takalar, Kadis Kesehatan Percepat Turunkan Stunting |
|
|---|
| Patte'ne Cetak Rekor Daerah Pertama di Polsel Rampungkan PBB-P2, Setoran Pajak Capai Rp58,3 Juta |
|
|---|
| Jamaah Haji Pinrang Dominasi Kloter 16, Takalar 69 orang |
|
|---|
| Bupati Takalar - Konjen Australia Bahas Riset Rumput Laut hingga Jejak Historis Teripang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PERTALITE-LANGKA-Kondisi-antrean-kendaraan-roda-dua-di-SPBU-Panaikang.jpg)