Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Daeng Manye: Jangan Tolping! Gerakan Bersih Takalar Harus Konsisten

Sapu lidi yang tersusun rapi di depan barisan menjadi penanda kesiapan mereka untuk langsung bergerak usai apel.

Tayang:
Penulis: Abdul Qayyum | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BUPATI TAKALAR - Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memimpin Apel Kebersihan Tingkat Kabupaten Takalar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No. 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Jumat (13/2/2026). 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR — Suasana Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar tampak semarak saat Apel Kebersihan Tingkat Kabupaten digelar, Jumat (13/2/2026) pagi.

Di sisi barat lapangan, barisan tenaga teknis Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) terlihat mencolok dengan rompi oranye, helm keselamatan, serta sepatu boots senada.

Sapu lidi yang tersusun rapi di depan barisan menjadi penanda kesiapan mereka untuk langsung bergerak usai apel.

Apel dipimpin langsung Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, yang akrab disapa Daeng Manye.

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat bekerja.

“Kita ini terbatas fasilitas. Tidak akan jadi kalau kita banyak mengeluh. Kerjakan apa yang kita bisa kerjakan,” tegasnya.

Ia sengaja mempersingkat sambutan agar peserta lebih banyak menghabiskan waktu untuk aksi nyata di lapangan.

Menurutnya, gerakan kebersihan setiap Jumat harus dijalankan secara konsisten dan terstruktur.

“Jangan hanya semangat di awal, lalu lama-lama malas. Setiap hari orang buang sampah,” ujarnya.

Daeng Manye juga mengingatkan bahwa jumlah petugas DLHP terbatas sehingga membutuhkan dukungan seluruh unsur pemerintahan.

Ia telah menunjuk komandan di setiap kecamatan dan area kota untuk mengatur sekaligus mengabsensi anggota, guna memastikan tidak ada peserta yang hanya hadir saat apel tanpa ikut bekerja.

“Saya ingin Takalar ini bebas dari sampah. Saya cemburu melihat daerah lain yang bersih, dan kita harusnya punya rasa yang sama,” katanya.

Ia turut menyinggung kondisi Baruga Panrannuangku yang sempat dipenuhi sampah usai kegiatan pemerintahan.

Menurutnya, kebersihan harus dimulai dari kesadaran internal sebelum ditularkan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Daeng Manye juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang ikut bergabung dalam apel.

“Tepuk tangan buat Pak Dandim!” serunya, disambut tepuk tangan peserta.

Penegasan khusus diberikan kepada tenaga teknis DLHP agar perlengkapan keselamatan benar-benar digunakan saat bekerja, bukan sekadar atribut.

“Jangan cuma bajunya yang bagus tapi kerjanya tidak bagus. Bajunya dipakai, jangan dilepas,” tegasnya, seraya mengaku masih kerap melihat helm ditinggal di mobil saat petugas turun ke lapangan.

Menurutnya, disiplin dalam penggunaan atribut mencerminkan profesionalisme kerja.

Dengan gaya komunikasinya yang khas, ia juga mengingatkan agar tidak ada ASN yang bersikap “tolping”  tolak pinggang saat yang lain bekerja.

“Kalau ayam toping memang enak. Tapi kalau pegawai orang lain kerja dia toping, itu tidak benar,” ujarnya, disambut senyum peserta apel.

Usai amanat, pimpinan upacara mengambil alih komando barisan.

Kepala Dinas Perhubungan Takalar, Sirajuddin Saraba, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh gerakan kebersihan tersebut.

Menurutnya, Dishub memiliki peran penting menjaga kebersihan di titik strategis seperti jalan utama, persimpangan, terminal, dan ruang publik yang menjadi wajah daerah.

“Area lalu lintas dan ruang publik adalah etalase daerah. Kalau bersih dan tertata, orang yang datang ke Takalar akan langsung mendapat kesan positif,” ujarnya.

Ia menambahkan, personel Dishub telah dibagi untuk membantu pengawasan sekaligus memastikan tidak ada aktivitas pembuangan sampah sembarangan di bahu maupun median jalan.

“Gerakan ini tidak boleh hanya ramai di awal. Harus rutin setiap Jumat dan terkontrol. Kami siap bersinergi dengan DLHP dan OPD lainnya,” tegasnya.

Sirajuddin menilai kesadaran masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Kalau masyarakat sudah sadar tidak buang sampah di jalan, tugas pemerintah akan jauh lebih ringan,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa. Tak lama berselang, pasukan oranye DLHP bergerak menuju titik pembersihan yang telah ditentukan.

Apel kebersihan ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar untuk menjaga lingkungan secara konsisten, disiplin, dan berkelanjutan. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved